"Black Market Love Area"

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Gambar ilustrasi redaksi beritaformat.com
Gambar ilustrasi redaksi beritaformat.com

FORMAT MOJOKERTO | Pelayanan seksual melalui media elektronik yang biasa disebut prostitusi online makin merebak di wilayah hukum Mojokerto Raya.

Tersebar di beberapa titik di wilayah kabupaten/kota dengan kedok pijat, spa maupun homestay semakin mudah di akses pegiat medsos (media sosial) melalui aplikasi yang biasa disebut "aplikasi hijau", cara instan dan mudah bagi pengguna untuk memanjakan hasrat seksualnya, khususnya pria hidung belang.

Mulai dari download hingga memilih penyedia layanan tersebut tidak lebih dari 1jam sudah bisa terakses langsung dengan penyedia, "tawar menawar, harga pas, cocok dan langsung gas", adalah istilah bagi pengguna maupun penyedia layanan tersebut.

Sudah bukan rahasia umum lagi area "mantab mantab" yang tidak jauh dari hiruk pikuk pengguna angkutan umum berada di sekitaran lokasi tersebut, tempat tempat pemuas hasrat itu beroperasi bebas. Bak jamur dimusim hujan semakin tumbuh subur lengang penertiban ataukah lahan subur bagi oknum yang sebenarnya mengetahui kegiatan tak lazim tersebut.

Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh pemerintah dan aparat keamanan untuk mengatasi masalah ini. Mereka juga memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan ilegal ini.

Oleh karena itu, kami menyerukan kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk segera mengambil tindakan tegas dan efektif untuk menghentikan prostitusi online di Mojokerto. Kami juga menyerukan kepada masyarakat untuk terus memantau dan mengawasi kegiatan pemerintah dan aparat keamanan dalam mengatasi masalah ini.

Mojokerto (24/4/2025)

Penulis : D@NG