Peningkatan Nilai Produk UMKM di Desa Pepelegi Melalui Pendaftaran HAKI dan Perseroan Perorangan
FORMAT SURABAYA | Kelompok 015 Niskala Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya, sukses melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.
Usung tema 'Peningkatan Nilai Produk UMKM Melalui Pendaftaran HAKI dan Perseroan Perorangan', kegiatan ini bertujuan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan legalitas usaha dan daya saing produk mereka.
KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa Ubhara dihadiri oleh berbagai pihak antara lain, Kepala Desa Pepelegi, Iswayudi S.E., Rektor Ubhara, Irjen Pol. (Purn) Drs. Anton Setiadji, SH., MH., Drs. Heru Irianto, M.Si sebagai Ka LPPM serta Dosen Pembimbing, Hj. Juli Nurani S.H., M.H.
Kegiatan KKN ini meliputi berbagai program pemberdayaan bagi pelaku UMKM di Desa Pepelegi antara lain, sosialisasi mengenai Perseroan Perorangan, Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), serta Digital Marketing. Selain itu, diadakan pula coaching clinic, pelatihan kepada perangkat desa dan Karangtaruna, serta kunjungan langsung ke sejumlah UMKM yang ada di desa tersebut.
Di penghujung acara, dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) Perseroan Terbatas (PT) Perorangan dan formulir pendaftaran Merek kepada beberapa pelaku UMKM yang telah memulai proses legalitas usaha mereka.
Desa Pepelegi memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, baik dalam hal data UMKM maupun penyediaan fasilitas tempat yang memadai untuk pelaksanaan acara. Masyarakat, terutama pelaku UMKM, menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, dengan tercatat sebanyak 7 pendaftaran Perseroan Perorangan dan 3 pendaftaran Merek yang berhasil dilakukan.
Kelompok KKN juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM untuk memfasilitasi layanan langsung terkait pendaftaran tersebut.
Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman pelaku UMKM di Desa Pepelegi tentang pentingnya legalitas usaha, terutama dalam hal pendaftaran merek dan pembentukan Perseroan Perorangan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat daya saing produk UMKM, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Kedepan, perangkat desa dan Karangtaruna akan terus mendampingi masyarakat dalam proses pendirian Perseroan Perorangan, guna mendorong perkembangan usaha yang lebih baik.
“Kami berharap, program yang telah dilaksanakan dapat menjadi pondasi bagi para pelaku UMKM di Desa Pepelegi, untuk terus berkembang dan bersaing secara profesional. Pendaftaran PT Perseorangan dan merek tidak hanya memberikan legalitas, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual produk lokal. Semoga masyarakat dapat terus mengembangkan ilmunya, menjaga semangat kewirausahaan, dan menjadikan desa ini sebagai contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan UMKM.” ujar Arya Abimanyu selaku koordinator, Minggu (15/12/2024).
Selain itu, Arya Abimanyu juga berbagi kesan mendalam mengenai pengalaman KKN di desa tersebut.
“Pengalaman menjalankan KKN di Desa Pepelegi sangatlah berharga. Kami merasa bangga dan terhormat dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas produk UMKM. Antusiasme dan keterbukaan warga dalam menerima ilmu baru sangat menginspirasi kami. Kerja sama yang terjalin dengan perangkat desa dan pelaku usaha, menjadi momen yang tak terlupakan. Semoga ilmu yang kami bagikan membawa manfaat jangka panjang bagi kemajuan desa ini," ungkapnya.
Meski kegiatan ini berlangsung sukses, tim KKN menghadapi sejumlah tantangan seperti, kurangnya dokumen administrasi yang diperlukan oleh pelaku UMKM, seperti email, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Namun, melalui pendampingan intensif, tim KKN memberikan solusi berupa panduan dalam pembuatan email, pengisian NIB, serta bantuan dalam klasifikasi Merek yang sesuai dengan jenis usaha masing-masing.
Dengan keberhasilan program ini, diharapkan Desa Pepelegi dapat terus berkembang, dan para pelaku UMKM di desa tersebut semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas. (Luthfi)
Editor : Redaksi