Penyebab Kematian Mayat Perempuan di Kebun Kemiri Masih Misterius

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Petugas Polsek Labuan saat mengevakuasi jenazah korban menuju ambulan (foto : penmasresdonggala-seklabuan/asri_beritaformat.com)
Petugas Polsek Labuan saat mengevakuasi jenazah korban menuju ambulan (foto : penmasresdonggala-seklabuan/asri_beritaformat.com)

FORMAT DONGGALA | Warga Dusun Karumpa, Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, dihebohkan dengan penemuan mayat perempuan di kebun kemiri yang sudah membusuk. 

Menurut penuturan Kapolsek Labuan Iptu Muhammad Savar, S.H., mayat tersebut ditemukan Nawir, petani Kemiri yang hendak memungut buah Kemiri dilahannya. Sontak dirinya kaget dan melaporkan temuannya kepada perangkat desa dan babhinkamtibmas. 

"Sekira pukul 07.00 WITA, Minggu (1/12), Nawir hendak memungut buah kemiri dilahannya. Ketika dirinya baru masuk kebun dengan kontur tanah agak curam, Nawir melihat sesosok mayat dan berlari meminta bantuan ke perangkat desa setempat," ungkap Iptu Savar kepada awak media melalui sambungan telepon Whatsapp pada, Selasa (3/12/2024) pagi. 

Pada pukul 10.00 WITA, lanjut Iptu Savar, dirinya bersama anggota Polsek Labuan mendatangi lokasi untuk mensterilkan area dan mengevakuasi korban ke RS. Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah. 

"Tempat Kejadian Perkara (TKP) berlokasi di KM 13, Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Pukul 12.00 WITA korban kami bawah menggunakan ambulan menuju RS. Bhayangkara Kota Palu," terangnya. 

Pada hari yang sama, lebih kurang pukul 20.00 WITA, tim Inafis Polda Sulteng dan Polres Donggala, dibantu Biddokes RS. Bhayangkara berhasil mengidentifikasi korban. 

"Korban berjenis kelamin perempuan, kelahiran tahun 1984 dan saat ini berusia 40 tahun, mengenakan celana warna coklat, kaos hitam dan mengenakan jam tangan, warga asal Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah," jelas Iptu Savar. 

"Korban diduga sudah 3-4 hari lalu meninggal. Kaki dan tangan ada sedikit lecet, dan muka korban sudah tidak bisa dikenali karena hancur," imbuhnya. 

Identitas korban disebar melalui akun medsos dan grup Whatsapp agar memudahkan keluarga mengenalinya. 

Keluarga dan suami sirrinya, membenarkan dan mengenali ciri-ciri identitas korban saat melihat kondisi mayat di RS. Bhayangkara. 

"Pada, Selasa (2/12) sekira pukul 14.30 WITA, keluarga korban mendatangi RS. Bhayangkara dan mengambil jenazah untuk dimakamkan dikampung halamannya," pungkas Iptu Savar. 

Saat ini, penyidik Reskrim Polres Donggala dibackup Polda Sulteng, masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban. (Asri)