Akui Khilaf Camat Dolo Meminta Maaf   

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Foto AI Camat Dolo Mohamad Ali Al Jufri (by_redaksi//beritaformat.com)
Foto AI Camat Dolo Mohamad Ali Al Jufri (by_redaksi//beritaformat.com)

FORMAT SIGI | Persoalan dugaan pemakian yang dialami Asri, Kepala Perwakilan (Ka.Perwil) beritaformat.com Sulawesi Tengah, mendapatkan tanggapan dari Mohamad Ali Al Jufri, Camat Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. 

Dirinya mengakui khilaf karena, banyak persoalan di sejumlah desa yang dipimpinnya. Namun, niatnya untuk meminta maaf kepada redaksi dan secara personal kepada Kaperwil sangat besar. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Mohamad Ali Al Jufri melalui pesan singkat Whatsapp pada, Minggu (3/11/2024) siang. 

"Saya selaku Camat Dolo, memohon maaf atas makian atau amarah yang saya ucapkan pada awak media berita format. Sekali lagi saya mohon maaf atas kekhilafan ini," ungkapnya. 

Ali, sapaan akrab awak media untuk Camat Dolo juga menyampaikan, dirinya berupaya agar seluruh komponen perangkat desa, lembaga desa dan lembaga usaha desa, selalu transparan serta akuntabel dalam mengelola anggaran. Ali pun meyakinkan bahwa, dirinya tidak turut campur urusan anggaran yang ada di desa. 

"Demi Allah tidak ada sedikit pun niat saya untuk kongkalikong atau main mata persoalan anggaran. Saya juga mengharap, kedepan, baik Kepala Desa (Kades) atau Badan Permusyawaratan Desa (BPD), selalu terbuka dalam mengelola Anggaran Dana Desa dan Dana Desa (ADD dan DD). Untuk pengurus BUMDes, agar bekerja dengan baik untuk mensejahterakan masyarakat," jelasnya. 

Ali juga menginformasikan, jika dalam waktu dekat, dirinya akan melaksanakan pertemuan dengan beberapa desa, BPD dan BUMDes untuk membangun sinergitas program kerja agar, tidak memunculkan opini negatif di publik. 

"Kades, BPD dan BUMDes dari sejumlah desa akan kami undang untuk mensinergikan program kerja. Kami juga akan undang tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan media. Dari sini nanti, kita akan belajar transparansi agar publik tidak menilai kami negatif," pungkasnya. (Asri)