Warga Keluhkan Pembangunan Ruas Toboli - Tinombo Yang Tak Kunjung Usai

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Salah satu titik lokasi pekerjaan di ruas Toboli - Tinombo yang terpantau belum dikerjakan (foto : ono_beritaformat.com)
Salah satu titik lokasi pekerjaan di ruas Toboli - Tinombo yang terpantau belum dikerjakan (foto : ono_beritaformat.com)

FORMAT PALU | Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, genjot pembangunan jalan Trans Sulawesi ruas Toboli - Tinombo yang mana, hingga saat ini baru tercapai sekitar ±81�ri target progres 100% pada Desember 2024 mendatang. 

Yang sering menjadi pertanyaan warga, apakah bisa selesai tepat waktu? Pasalnya, jika tidak selesai tepat waktu dan sesuai mutu, akan mengganggu roda perekonomian dimana, jalan tersebut merupakan akses perekonomian warga Desa Toboli, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. 

Seperti yang di ungkapkan salah satu warga, sebut saja Arif menyampaikan, sebagai salah satu warga yang biasa melintas di jalan Toboli - Tinombo, dirinya menyayangkan sekali pembangunan jalan yang biasa dia lalui belum selesai. Dan, meminta dinas terkait agar, fokus untuk menyelesaikan pengerjaannya. 

"Kami berharap kepada dinas terkait agar, segera menyelesaikan proyek ruas jalan Toboli - Tinombo. Semua ini demi kelancaran akses roda perekonomian warga," ungkapnya, Kamis (10/10/2024). 

Terpisah, sekitar pukul 10.00 WITA, awak media mencoba mengklarifikasi Iwan, PPK Ruas Toboli - Tinombo untuk menanyakan progres pengerjaan. 

"Progres ruas jalan sudah dikerjakan 81�n, kami juga mengerjakan beberapa proyek rehab jembatan, rehab jalan, perawatan rutin jalan dan jembatan," terang Iwan. 

Saat awak media mencoba menggalih informasi lebih dalam tentang, anggaran dan masa kontrak pekerjaan, Iwan belum memberikan jawaban kembali hingga berita ini ditayangkan. 

Sementara, dari pengamatan awak media dilapangan secara langsung, pekerjaan ruas jalan tersebut masih ada beberapa yang belum dikerjakan. Dan mendapat banyak keluhan dari warga sekitar yang merasa terhambat roda perekonomiannya. (Ono)