2 Oknum Perangkat Desa Blawe Diduga Lakukan Hubungan Gelap
FORMAT KEDIRI | Sosok dua oknum perangkat desa di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, kini menjadi sorotan setelah dirumorkan memiliki hubungan gelap.
Sejumlah warga setempat menyebut jika, kedua oknum yang masing-masing menjabat sebagai, Kepala Dusun (Kasun) dan Bayan (Kaur Umum) Desa Blawe, telah membuat nama desanya tercemar lantaran, keduanya diduga melakukan perselingkuhan.
Tersiar kabar jika, oknum Bayan yang dirumorkan memiliki hubungan gelap, masih memiliki seorang istri. Sementara, sang Kasun berstatus janda.
Warga meminta agar, Kepala Desa (Kades) Blawe segera menyelesaikan isu dugaan perselingkuhan tersebut. Jika dibiarkan berlarut-larut, akan membuat citra desa semakin jelek.
"Semestinya sebagai pamong (Perangkat Desa), harus memberikan contoh yang baik bagi masyarakatnya. Bukan malah melanggar norma dan etika," tutur warga yang enggan disebut namanya, baru-baru ini.
Lanjut warga tersebut, "jika rumor itu benar adanya maka, kami memohon kepada Kades hingga pihak terkait untuk, menindak mereka. Sehingga, ada efek jera," imbuhnya.
Merespon pengakuan warga, Pemerhati Pemerintahan, Prayogo Laksono, S.H., M.H. pun turut buka suara.
Prayogo menguraikan, "jika dugaan kasus perselingkuhan itu benar adanya maka, perbuatan tersebut termasuk pelanggaran etik seorang pejabat pemerintahan desa.
Sudah semestinya perangkat desa itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya, tentunya jika ada perangkat desa ataupun pejabat pemerintah yang melakukan tindakan tidak terpuji dan, dapat dibuktikan kebenarannya, layak diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," ucap Prayogo, Jum'at (23/8/2024).
"Jadi sudah ada aturannya, bagi Perangkat Desa yang melakukan pelanggaran, bisa dikenakan sanksi," imbuh Prayogo.
Sementara itu, salah satu kerabat istri Bayan, inisial W, saat dikonfirmasi soal isu dugaan perselingkuhan yang melibatkan saudaranya, menyangkal. W menilai jika, orang yang memberikan informasi dugaan perselingkuhan adalah, orang yang salah.
"Dari judul saja sudah salah. Sampean (awak media) jangan mengada-ada ya. Yang sampean mintai informasi itu orang yang salah," ungakap W.
Lebih lanjut, W meminta agar, pemberitaan yang tayang sebelumnya dihapus.
"Jangan diteruskan, tolong hapus, itu tidak benar dari judulnya. Isi dalamnya malah salah semua," nilai W.
"Ini ya, meskipun itu orang Pemdes, itu salah semua," tutup W.
Untuk menanyakan kebenaran isu tersebut, awak media masih terus berupaya mengkonfirmasi Bayan dan istrinya, maupun Kasun Blawe Kulon namun, masih belum mendapatkan jawaban hingga, berita ini ditayangkan. (Tim)
Editor : Redaksi