Giat SEHATI AKB AKI Sasar Lansia Balita dan Bumil Desa Gembongan

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Mojokerto Ikhfina Fahmawati saat bersama balita Desa Gembongan (foto : humaskabmjk/erick_beritaformat.com)
Bupati Mojokerto Ikhfina Fahmawati saat bersama balita Desa Gembongan (foto : humaskabmjk/erick_beritaformat.com)

FORMAT MOJOKERTO | Pemkab Mojokerto melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, terus  memberikan edukasi kepada Lansia, Ibu hamil dan ibu Balita pada kegiatan SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri), yang digelar di Balai Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa (6/8/2024) sore. 

Terlihat hadir, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Camat Gedek M. Taufiqurrahman, Kabid Kesmas Ninik, Kepala Desa (Kades) Gembongan Waras dan Forkopimcam Gedek. 

Mengawali sambutan, Kades Gembongan, Waras, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Bupati Mojokerto beserta rombongan, sekaligus menyampaikan laporan progres pertumbuhan kesehatan untuk bumil dan bayi tahun 2024. 

"Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Mojokerto dr. Ikhfina Fahmawati beserta jajaran. Saat ini, jumlah penduduk Desa Gembongan tercatat sebanyak 3943 jiwa, ibu hamil ada 10 bumil, bumil resti 1 orang, bumil KEK 2 orang. Kemudian total jumlah balita keseluruhan 195 balita, dan di tahun 2024 ini, jumlah balita stunting sebanyak 0 balita, Gizi kurang 0 balita. Untuk jumlah lansia sebanyak 590 lansia, Posyandu aktif 4 posyandu," terangnya. 

Pada kesempatan yang sama, Bupati Ikhfina memastikan, Ibu hamil tidak boleh kurang gizi. Hal tersebut bisa dilihat dengan cara ukur LILA (Lingkar Lengan) tidak boleh kurang dari 23,5 cm. Setelah melahirkan, bayi wajib diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, setelah 6 Bulan diberikan PMT dengan gizi seimbang yang tinggi protein sebagai zat pembangun. 

"Setelah usia 1 tahun, anak diberikan makan seperti porsi orang dewasa dengan menu gizi seimbang, Lansia harus mandiri dalam melakukan aktifitas. Maka, perlu diperiksa rutin kesehatannya yakni TD, GDA, Cholesterol, UA. Pemkab Mojokerto terus berupaya agar, angka stunting terus menurun dan nihil. Karena itu, kami gencar menyampaikan bahaya stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) hingga kesehatan lansia," ungkap Ikhfina. 

Lanjut Ikhfina, "Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Secara lengkap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi yang berulang. Bahaya stunting, nanti ketika dewasa, kecerdasannya bisa lebih rendah 20�ri standart. Sedangkan, batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi," imbuhnya. 

Ikhfina juga menghimbau kepada para ibu Balita, dan kepada para Lansia agar, rutin ke posyandu, mengikuti senam lansia sebagai kegiatan rutin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh juga, menghilangkan stres. Karena, pada saat ini penyakit tertinggi adalah Hipertensi dan Diabetes Melitus. Untuk itu, dihimbau pada para lansia agar tetap memperhatikan pola makan yang sehat. (R_X)