Perkokoh Tali Silaturahmi Warga Jantigangong Gelar Nyadran dan Wayang Kulit
FORMAT JOMBANG | Desa Jantigangong kembali menggelar Nyadran, acara tahunan yang penuh makna tradisi, dalam rangka bersih desa.
Tradisi Nyadran merupakan bentuk kepedulian masyarakat, untuk melestarikan tradisi serta, wujud rasa syukur terhadap Tuhan YME, dan memohon keselamatan, serta kemakmuran bagi seluruh warga.
Ada tiga tahapan acara pada Nyadran tahun ini, pertama, Rabu (31/7) malam, dilaksanakan do'a bersama di makam desa. Kedua, pagi ini Kamis (1/8/2024) diadakan Nyadran masih di tempat yang sama. Dan ketiga, puncak Nyadran nanti malam, digelar Wayang Kulit di balai desa Jantigangong.
Kamis pukul 08.00 WIB pagi, warga desa berbondong-bondong ke makam desa dengan membawa berbagai macam makanan. Warga berkumpul untuk melanjutkan do'a bersama di halaman makam. Usai berdo'a, warga menyantap makanan yang sudah di bawanya dari rumah. Suasana kekeluargaan sangat terasa, di mana seluruh warga, baik tua maupun muda, saling berbaur dan berbagi cerita.
Terlihat hadir dalam acara, Camat Perak Supriyono, Kepala Desa Jantigangong, Hadi Mulyo, perangkat desa, BPD, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Jantigangong.
Dalam sambutannya, Camat Perak Supriyono mengucapkan terima kasih atas undangan dari warga Desa Jantigangong, sekaligus berpesan agar, menjelang, saat pelaksanaan dan pasca Pilkada nanti, lingkungan tetap terjaga dengan kondusif.
"Saya sampaikan ucapan terimakasih tak terhingga, kepada seluruh warga yang hadir dalam dalam acara pagi ini. Semoga, kita semua selalu mendapat barokah dari Allah SWT. Perlu saya sampaikan juga, semoga proses pemilukada nanti bisa aman, kondusif, dan lancar. Hari ini adalah awal bulan Agustus, dimana kita semua akan merayakan kemerdekaan RI ke 79. Dengan mengangkat tema 'Nusantara Baru Indonesia Maju', saya himbau kepada seluruh masyarakat, untuk memasang umbul-umbul dan bendera merah putih," sampainya.
Pada kesempatan yang sama, Kades Jantigangong, Hadi Mulyo memberikan apresiasi, pada seluruh warga yang sudah bergotong royong untuk mensukseskan acara.
"Acara Nyadran ini bukan hanya tradisi, tetapi juga momen untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Dengan semangat gotong royong, kita bisa menjaga dan melestarikan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Hadi juga mengajak para pemuda untuk, lebih aktif dalam kegiatan desa agar, tradisi ini terus bertahan.
"Saya berharap, agar para pemuda lebih aktif dalam setiap event yang ada di desa. Semoga, acara Nyadran bisa kita laksanakan setiap tahun, sebagai wujud kepedulian kita untuk melestarikan budaya warisan leluhur," pungkasnya. (Darmanto)
Editor : Redaksi