Pawai Budaya dan Nyadran Dusun Kedung Bawa Tumpeng Hasil Bumi Kelilingi Desa

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Plt Camat Megaluh Ummi Salamah,S.E.,M.M., memberangkatkan peserta pawai budaya dalam rangka sedekah bumi Dusun Kedung (foto : darmanto_beritaformat.com)
Plt Camat Megaluh Ummi Salamah,S.E.,M.M., memberangkatkan peserta pawai budaya dalam rangka sedekah bumi Dusun Kedung (foto : darmanto_beritaformat.com)

FORMAT JOMBANG | Tradisi sedekah bumi atau nyadran, yang sudah berlangsung turun temurun yang dilakukan masyarakat Dusun Kedung, Desa Kedungrejo, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, merupakan wujud rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan YME setelah, menerima hasil bumi yang melimpah, sekaligus mempunyai nilai pendidikan Islam mengenai keimanan, Minggu (14/7/2024). 

Dalam ritualnya, terdapat pembacaan do'a dan tahlil sebagai simbol kewajiban mengingat Allah SWT dengan segala sesuatu, atas dasar keimanan kepadaNYA. Makna tradisi ini adalah, rasa bersyukur yang merupakan ajaran baik dalam agama Islam dan nilai ibadah yang bertujuan untuk mencari ridhoNYA. 

Sedekah bumi kali ini, turut dihadiri oleh Forkopimcam Kecamatan Megaluh serta, melaksanakan tiga prosesi yaitu, nyekar (red_tabur bunga), kenduri (red_makan bersama) dan tayuban (red_gelar seni). 

Acara di mulai dengan pawai iring-iringan tumpeng hasil bumi dari warga Dusun Kedung, mengelilingi Desa Kedungrejo, yang sebelumnya, oleh Plt Camat Megaluh dilaksanakan upacara pemberangkatan terlebih dahulu. 

Kepala Desa (Kades) Kedungrejo, M.Nurudin, saat ditemui awak media disela acara mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat, yang telah melaksanakan tradisi sedekah bumi. 

"Sedekah bumi merupakan penghormatan pada para leluhur, yang telah berjuang dan mendirikan desa serta, wujud gotong royong, dan Uri-uri (red_melestarikan) budaya agar tidak tergerus oleh modernisasi jaman. Semoga kedepan, kita bisa menggelar sedekah bumi dengan lebih meriah lagi," ucap Nurudin, akrabnya. 

Pada kesempatan yang sama, Plt Camat Megaluh, Ummi Salamah, S.E.,M.M., mengatakan, "nyadran atau sedekah bumi adalah, tradisi leluhur yang tidak mungkin kita lupakan. Tradisi ini adalah wujud syukur atas pemberian rizki yang melimpah, serta bentuk gotong royong, kebersamaan dan seduluran (red_persaudaraan). Semoga kehidupan masyarakat, khususnya Desa Kedungrejo diberikan Allah SWT rahmat kemakmuran, kesejahteraan, serta guyub rukun, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo (kondisi masyarakat dan wilayah yang subur, makmur, tertib, tentram, sejahtera, serta berkecukupan segala sesuatunya)" tandasnya. (Darmanto)