Sugiat Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dalam Pencegahan Pungli di Pemkab Jombang

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Narasumber Sekretaris Saber Pungli Pusat, Irjen Pol. Dr. H. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si., didampingi Pj. Bupati Jombang, Sugiat.S.Sos.,M.PSi.T., dan Ketua Satgas Saber Pungli Jombang Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., dalam acara seminar pencegahan p
Narasumber Sekretaris Saber Pungli Pusat, Irjen Pol. Dr. H. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si., didampingi Pj. Bupati Jombang, Sugiat.S.Sos.,M.PSi.T., dan Ketua Satgas Saber Pungli Jombang Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., dalam acara seminar pencegahan p

FORMAT JOMBANG | Pungutan liar (Pungli) menjadi praktik yang meresahkan masyarakat. Upaya edukasi terkait larangan pungli terus digiatkan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Inspektorat, menggelar Seminar Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dengan mengusung tema “Mengemban dan Menjaring Aspirasi  Tegas-Bersih-Responsif” di pendopo Kabupaten Jombang, pada Rabu (5/6/2024). 

Hadir sebagai narasumber, Sekretaris Saber Pungli Pusat, Irjen Pol. Dr. H. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si., Forkopimda Kabupaten Jombang, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Staf Ahli, Asisten, dan Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Saber Pungli Kabupaten Jombang, Asosiasi Pekerja, Wartawan, Asosiasi Pengusaha, Asosiasi Pengacara, Asosiasi Kesehatan, Asosiasi Pendidikan, Forkopimcam, Kepala Desa dan Masyarakat.

Ketua Satgas Saber Pungli Jombang Kompol Hari Kurniawan, S.H., M.H., melaporkan bahwa, UPP Saber Pungli Jombang mendapat peringkat satu di antara 39 Kab/Kota di Jawa Timur terkait penanganan pungli. Predikat peringkat pertama ini tidak lepas dari upaya unit saber pungli yang membasmi pelaku pungli.  

Kompol Hari Kurniawan melaporkan, telah menangkap pelaku pemerasan terhadap OPD di Kecamatan Gudo. Adapun pelaku yang diamankan adalah oknum wartawan dari Desa Japanan Kecamatan Gudo. 

Sekretaris Saber Pungli Pusat, Irjen Pol. Dr. H. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si., sebagai narasumber menyampaikan, pemimpin yang duduk dalam jabatan publik memiliki mandat yang dilakukan dan dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. 

“Jadi kalau Pak Sugiat mendorong saber pungli aktif, itu tidak saja untuk dzohirnya dengan kondisi yang diharapkan masyarakat terhadap pelayanan publik, yaitu yang tidak membebankan. Manfaatnya tidak hanya untuk masyarakat tapi untuk Bapak Penjabat Bupati yang bersangkutan kelak di akhirat", kata Irjen Pol. Dr. H. Andry Wibowo. 

Poin yang ingin ditekankan oleh Irjen Pol. Dr. H. Andry Wibowo adalah, upaya pemerintah dan masyarakat membangun sebuah pemerintahan yang bersih-tegas-responsive-melayani- solutif. 

“Saya coba kontemplasi dan ambil poin penting. Pada kesempatan ini, saya ingin membangun kesadaran kolektif dari Bapak/Ibu warga Jombang, kenapa hal ini perlu kita lakukan,” tambahnya.  

Lebih lanjut, Pj Bupati Jombang, Sugiat S.Sos., M.Psi.,T., menyampaikan ucapan selamat datang, khususnya kepada Sekretaris Saber Pungli Pusat, yang telah berkenan untuk berkunjung di Kabupaten Jombang sebagai narasumber seminar Saber Pungli. 

Pj Bupati juga mengapresiasi terhadap kinerja UPP Saber Pungli Jombang, terlebih bisa melaksanakan seminar dan menangani pungli di Jombang selama ini.  

“Seminar ini, baru pertama kali dilaksanakan di Jombang, dan dihadiri langsung oleh Sekertaris Satgas Saber Pungli. Kita ambil tema ‘Mengemban Dan Menjaring Aspirasi Tegas-Bersih-Responsif’ ada latar belakangnya, saya delapan bulan menjabat mencoba menyerap aspirasi warga dengan keliling desa naik vespa. Saya ingin tahu, di awal saya menjabat warga Jombang maunya seperti apa,” ungkapnya. 

Dalam 100 hari kinerjanya, Sugiat telah mendapat masukan dari 15 Toga (Tokoh Agama) dan Tomas (Tokoh Masyarakat). Adapun pendapat mayoritas tokoh adalah positif, dengan inti permintaan masyarakat Jombang adalah pemimpin yang bersih. 

Perlu diketahui, satgas saber pungli terdiri dari beberapa instansi terkait yaitu, Pemerintah Kabupaten Jombang, Kepolisian, TNI, dan Kejaksaan, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pemberantasan pungutan liar secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personil, satuan kerja dan sarana prasarana, serta mempunyai fungsi sebagai intelijen, pencegahan, penindakan dan yustisi.  

Pungli, tidak hanya merugikan keuangan negara dan masyarakat, tetapi juga menghambat proses pembangunan serta mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. 

“Oleh karena itu, Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini yang bertujuan untuk memberikan pemahaman serta kesadaran kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai bahaya pungli dan pentingnya partisipasi aktif dalam memberantas praktik-praktik tersebut,” lanjut Sugiat. 

Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang sangat mendukung gerakan saber pungli ini, dan telah mengambil langkah-langkah konkrit untuk menciptakan birokrasi yang bersih dan transparan. Salah satunya dengan membentuk satuan tugas khusus yang bertugas untuk melakukan pengawasan, pencegahan, serta penindakan terhadap praktik pungli di semua sektor. 

“Salah satu upaya yang kita lakukan adalah mendirikan MPP (Mall Pelayanan Publik) untuk membantu masyarakat dalam segala urusan. MPP sudah lama direncanakan di Ruko Simpang 3, namun sampai saat ini masih bermasalah. Saya sampaikan, persoalan aset tersebut harus selesai di zaman saya, dan akan kita kembalikan sesuai fungsi awal,” tegasnya. 

Pj Bupati yang terkenal sat set ini tidak mau berdiam diri menunggu bangunan fisik untuk pelayanan MPP. Maka Kantor DPMPTSP digunakan sebagai MPP dengan tujuan agar masyarakat dalam mencari perizinan dan lain sebagainya terlayani secara terpadu dan transparan.  

Lebih lanjut, Sugiat yang sekaligus menjabat sebagai Kabinda (Kepala Badan Intelijen Daerah) Sulawesi Barat ini berharap, agar seluruh aparat Pemkab Jombang dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab. Pihaknya mengimbau seluruh aparat Pemkab Jombang menjadi contoh yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa adanya pungutan yang tidak resmi. 

“Saya ingin acara ini tidak sekadar seremonial. Harus ada tindak lanjut sebagai wujud nyata agar masyarakat ada kepercayaan terhadap kita,” pungkasnya. 

Guna menghibur peserta seminar yang hadir, Sugiat menutup sambutannya dengan sebuah pantun, "Sejak pagi berangkat ke kota. Pergi ke pasaraya hendak belanja. Dengan tegas kita lawan bersama. Berantas pungli demi kesejahteraan bangsa." (Darmanto)