Tiga Oknum Perangkat Desa Karangpakis Sepakat Bungkam Pasca Diciduk Ditreskrimum Polda Jatim

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Awak media saat menemui GL di kios pertanian miliknya (foto : caption vidio klarifikasi_beritaformat.com)
Awak media saat menemui GL di kios pertanian miliknya (foto : caption vidio klarifikasi_beritaformat.com)

FORMAT JOMBANG | Informasi tertangkapnya 3 oknum Aparatur Desa, GL, DW dan DT, pada Rabu (29/5) sore, membuat heboh warga Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. 

Menurut sumber yang tidak mau disebut namanya menyampaikan, "DW dan DT, merupakan Kepala Dusun (Kasun), mereka berdua ditangkap dirumahnya masing-masing. Sedangkan GL, ditangkap di pabrik tepung bulu," ungkapnya.

Saat awak media mengklarifikasi informasi tersebut ke Kepala Desa (Kades) Karangpakis, Joko Risdianto,SE., pada Kamis (30/5/2024) sore, Joko terlihat kaget. Dirinya tidak mengetahui, jika ada 3 orang perangkatnya yang berurusan dengan Polisi. 

"Saya malah tidak tahu informasi tersebut mas. Namun, tadi sempat ada yang mau cerita ke saya terkait masalah itu, akan tetapi, orang tersebut juga masih belum yakin dengan informasi yang akan disampaikan ke saya," ungkapnya saat awak media bertandang ke kediamannya. 

Joko melanjutkan, "tadi ada rapat dengan pihak Kecamatan Kabuh untuk membahas masalah pajak. Kalau GL tadi ada di kantor desa. Namun, DW dan DT memang tadi tidak terlihat di kantor desa," terangnya. 

Terpisah, awak media mencoba mengklarifikasi GL, yang pada sore itu sedang menjaga toko obat pertanian, bersama istrinya. 

GL agak kebingungan ketika ada awak media yang datang dan bertanya seputar penangkapannya. Dia hanya menjawab, yang tahu detail masalah penangkapan tersebut adalah DT. 

"Coba masnya tanya langsung sama DT, yang lebih tahu masalah tersebut. Kalau saya kemarin sore, sekira habis Ashar (jam 4 sore) ditangkap Unit 5 Ditreskrimum Polda Jatim di pabrik tepung bulu. Namun, jam 22.00 WIB (10 malam) saya sudah pulang ke rumah. Ketika saya keluar dari ruang penyidik, mereka berdua (DT dan DW) masih disana. Saya hanya diklarifikasi oleh penyidik," jawabnya gugup. 

Pada hari yang sama, sekira pukul 16.30 WIB, awak media mencoba menemui DT dirumahnya yang berlokasi di Dusun Pumpungan. Namun, awak media hanya bertemu dengan Dedi, Kaur Umum Desa Karangpakis yang kebetulan hendak pergi dari rumah DT. Dan hanya ada orang tua DT yang sedikit memberikan keterangan terkait keberadaan anaknya. 

"Saya bukan DT mas, saya hanya salah satu staf desa (red_Kaur Umum) yang kebetulan sedang mencari DT, untuk menanyakan kabar penangkapannya, yang menjadi buah bibir masyarakat," terangnya. 

Ayah DT yang kebetulan melihat kehadiran awak media menambahkan sedikit keterangan, "saya dari kemarin berada di Megaluh. Saya tidak tahu posisi DT hari ini, kemana dan dimana. Namun, DT sejak kemarin tidak tidur di rumah, dan baru pulang tadi pagi sekitar jam 08.00 WIB," imbuh Ayah DT. 

Awak media mencoba mengklarifikasi DW melalui nomor Whatsapp pribadinya, dan hanya mendapat jawaban singkat. 

"Mboten pak, niku salah. Namung klarifikasi mawon (tidak pak, itu salah. Hanya sebatas klarifikasi saja). Habis itu diperiksa, tidak ada bukti, terus pulang pak," jawabnya singkat, dan enggan memberikan jawaban atas pertanyaan lainnya. 

Salah seorang warga yang mendengar kabar penangkapan GL, sangat terkejut. Lantaran menurut informasi, orang tua GL baru saja menjual tanah untuk menutupi hutang GL, akibat diduga kalah main judi online. 

"Apa benar informasinya seperti itu mas? Saya kira dia sudah toubat. Sebab beberapa waktu lalu, orang tuanya sempat terdengar menjual tanah untuk menutup hutang GL, akibat kalah judi online," jelasnya. (Tim)