Sugiat Sambut Kedatangan Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf RI

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Sugiat bersama jajaran OPD Kabupaten Jombang sambut kedatangan Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf RI Taufiq Nur Hidayat M.M., dan tamu undangan yang hadir dalam audiensi pengembangan pariwisata dan produk lokal Kabupaten Jombang (foto : humaskabjbg
Sugiat bersama jajaran OPD Kabupaten Jombang sambut kedatangan Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf RI Taufiq Nur Hidayat M.M., dan tamu undangan yang hadir dalam audiensi pengembangan pariwisata dan produk lokal Kabupaten Jombang (foto : humaskabjbg

FORMAT JOMBANG | Pemerintah Kabupaten Jombang, menyambut kunjungan tamu dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia. 

Kunjungan yang bertujuan untuk membantu mempromosikan pariwisata di Jombang, oleh Kemenparekraf bersama Asosiasi Pariwisata Jombang (Asparjo) dalam rangka audiensi, disambut hangat oleh Pj.Bupati Jombang Sugiat S.Sos., M.Psi.,T., bersama jajaran staf Pemkab Jombang, di ruang tamu Swagata, Selasa (21/5/2024) pagi. 

Perwakilan Kemenparekraf, Taufiq Nur Hidayat menyampaikan, kedatangannya bertujuan mengajak Kabupaten Jombang dalam Kerjasama Terpadu, untuk meningkatkan pemasaran pariwisata. Program yang ditawarkan antara lain, partisipasi pameran, fasilitasi kegiatan business meeting, familiar trip dan kerjasama terpadu.  

"Terkait kerjasama terpadu, kita berkolaborasi dengan content creator agent, untuk mengangkat destinasi wisata daerah," kata Taufiq. 

Kemenparekraf juga menggandeng banyak pihak seperti, KAI (Kereta Api Indonesia), Jasa Marga, Influencer, ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan), serta banyak pihak lainnya guna meningkatkan kunjungan wisata di daerah-daerah. Sebagai contoh, akan dilakukan promosi di sepanjang jalur kereta api yang melewati daerah dengan potensi wisata. 

Bahkan ada rencana membuat paket-paket wisata bekerjasama dengan KAI. Terlebih, saat ini Kemenparekraf menggiatkan adanya Desa Wisata. Harapannya, Desa Wisata dapat menggerakkan perekonomian daerah.  

Taufiq menyampaikan, Kemenparekraf siap membantu Kabupaten Jombang agar potensi wisatanya dapat menggerakkan perekonomian daerah seperti yang ada di Banyuwangi. 

"Mari sama-sama kita bangun pariwisata ini karena, pariwisata sudah menjadi kebutuhan. Green tourism, sustainable tourism, dan responsible tourism harus kita kawal. Kalau tidak dilaksanakan, kita ditinggalkan, karena wisatawan sekarang itu pinter," jelas Taufiq.  

Pj Bupati Jombang Sugiat S.Sos., M.Psi T menyampaikan, kedatangan Kemenparekraf sejalan dengan program Jombang. 

"Ini seperti gayung bersambut, karena kita berniat mengembangkan pariwisata. Memang, sektor unggulan Jombang adalah pertanian, namun kita tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor," ungkap Sugiat. 

Sugiat juga menjelaskan, bahwa yang belum tergarap memang sektor wisata. Padahal, Jombang memiliki sektor wisata budaya yang masih memiliki banyak peninggalan kerajaan Majapahit. Wisata religi di Jombang juga sangat berpotensi untuk dikembangkan seperti, makam Gus Dur dan empat pondok besar. 

"Banyak wisatawan yang datang ke Jombang. Setiap Jum'at, Sabtu, dan Minggu tidak sedikit peziarah yang mengunjungi makam Gus Dur," terang Sugiat. 

Jombang dikenal juga memiliki potensi wisata alam, khususnya Kecamatan Wonosalam yang terletak di kaki Gunung Anjasmoro, sebagai daerah penghasil durian, kopi, manggis, alpukat, dan juga susu. Bahkan, produk susunya banyak dikirim ke Kota Batu.  

"Ini pas sekali, kebetulan ada program Menparekraf, dan ini kami sambut dengan baik, terima kasih. Kami saat ini memang tengah mengenalkan beberapa spot pariwisata, khususnya Wonosalam," imbuhnya. 

Pemkab Jombang saat ini tengah menggiatkan wisata, dan produk lokal Jombang, salah satunya kopi dari Wonosalam. Setiap malam minggu, Pemkab Jombang menggratiskan 100 cup kopi Wonosalam di beberapa cafe di Jombang. 

"Kami sudah menggiatkan gerakan bangga produk lokal. Gerakan ini bermula saat Saya keliling Jombang, Saya lihat banyak pemuda di cafe. Namun sayangnya kopi yang dijual di cafe bukan kopi Wonosalam," kata Sugiat. 

Sugiat berharap, seluruh OPD di Pemkab Jombang, bisa membantu mensukseskan program pengembangan pariwisata dan gerakan bangga produk lokal. 

"Kami sangat mendukung Bapak Taufiq, silahkan diatur teknis pelaksanaannya. Pemkab Jombang sangat support," tandasnya. 

Hadir dalam audiensi tersebut, Ketua Tim Program KST (Kerjasama Terpadu) Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf RI Taufiq Nur Hidayat M.M., Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Dian Okta Yashinta S.H., M.Pdsm., Adyatama Pariwisata dan Ekraf, Ahli Madya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Marfuah M.Psi, Ketua Tim Pendataan dan Analisis Pasar Dinas Kebudayaan, Pariwisata Provinsi Jawa Timur Luky Nuraini R, S.Stp., M.Ap, Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan, Sri Surjati, S.S., M.Si, Kepala Bappeda Danang Praptoko, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Endro Wahyudi S.Stp. juga dari OPD terkait. 

Hadir pula para mitra antara lain Trainer Pariwisata Nasional Kemenparekraf RI Destinasi Prioritas Program (DPP) Bromo Tengger Semeru Sugiat Ningsih S.E., Direktur dan CEO Djalanin.com Dion Sultan Ciptadimulya, Manajer BRI Kanwil Surabaya Fandra Wiratama, Relationship Manager BRI Kanwil Surabaya Siti Badriyah, Operational Manager Asuransi Jasa Raharja Putera Surabaya Abdul Halim Pulungan, dan Asmen Bisnis 1 Asuransi Jasa Raharja Putera Surabaya Ridha. (Darmanto)