Bupati Mojokerto Gelar Program SEHATI dan SEJOLI di Desa Randegan Dawarblandong
FORMAT MOJOKERTO | Pemkab Mojokerto melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, terus gencarkan program SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB dan AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) yang kali ini digelar di Pendopo Desa Randegan, Kecamatan Dawarblandong, Rabu (1/5/24) pagi.
Turut hadir dalam kegiatan pagi ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat Rokhmawan, Kepala Puskesmas Dawarblandong Deny Setiyawan, Camat Dawarblandong Akhmad Taufiq, Kepala Desa Randegan Gatot Dwitanto dan Forkopimca Dawarblandong.
Mengawali sambutan, Kepala Desa Randegan Gatot Dwitanto menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran rombongan Bupati Mojokerto, dan jajaran Forkopimca Dawarblandong, sekaligus menyampaikan laporan kemajuan program SEHATI dan SEJOLI tahun 2024.
"Saat ini, jumlah penduduk Desa Randegan 2.936 jiwa, jumlah ibu hamil 6 bumil, jumlah bumil resti 1 orang. Untuk total jumlah balita keseluruhan 180 balita. Pada tahun 2024, jumlah balita stunting sebanyak 0 balita, lansia sebanyak 360 lansia, dan yang aktif datang ke posyandu lansia sebanyak 115 orang," terang Gatot.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Mojokerto dr.Ikhfina Fahmawati.M.Si., memastikan, agar Ibu hamil dan Balita tidak boleh kurang gizi.
"Lingkar Lengan Atas (LILA) Bumil tidak boleh kurang dari 23,5 cm. Setelah melahirkan, bayi wajib diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Setelah 6 bulan, diberikan PMT dengan gizi seimbang yang tinggi protein sebagai zat pembangun. Pada usia 1 tahun, anak diberikan makan seperti porsi orang dewasa dengan menu gizi seimbang," jelasnya.
Masih kata Bupati, Lansia harus mandiri dalam melakukan aktifitas, maka perlu diperiksa rutin kesehatannya yakni TD, GDA, Cholesterol, UA. Pemerintah Kabupaten Mojokerto, melalui Dinas Kesehatan, berupaya agar angka stunting terus menurun dan nihil. Karena itu, Bupati gencar menyampaikan bahaya stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) hingga kesehatan lansia.
"Kata kunci stunting adalah kurang gizi. Secara lengkap, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis disertai infeksi yang berulang. Bahaya stunting, nanti ketika dewasa, kecerdasannya bisa lebih rendah 20�ri standart. Sedangkan, batas perkembangan otak anak itu sampai usia 5 tahun. Jadi, dari kandungan sampai anak usia 5 tahun adalah masa kita mengembangkan perkembangan otak anak. Karena itu, ibu hamil tidak boleh kekurangan gizi," tegasnya.
Selain itu, Bupati Ikfina juga menghimbau kepada para ibu Balita dan Lansia agar rutin ke posyandu, mengikuti senam lansia sebagai kegiatan rutin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh juga menghilangkan stres. Karena pada saat ini penyakit tertinggi adalah Hipertensi dan Diabetes Melitus, untuk itu dihimbau pada para lansia agar tetap memperhatikan pola makan sehat. (R_X)
Editor : Redaksi