DPUPR Jombang Tuntaskan Perbaikan Jembatan Ambles Jalur Alternatif Jombang Kediri
FORMAT JOMBANG | Perbaikan jembatan yang ambles di jalur alternatif Jombang-Kediri, tepatnya di Desa Gempollegundi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang tuntas dilaksanakan oleh Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jombang per tanggal 12 Maret 2024 lalu.
Kegiatan perbaikan jembatan tersebut, berada di ruas jalan Kasemen-Tanggungan. Dimana, ruas jalan tersebut memiliki panjang 3,9 kilometer.
Diketahui, pada (23/2) pagi, terlihat penurunan pada jembatan tersebut. Pada saat kejadian jembatan ambles, yang melintas kebetulan kendaraan bertonase besar dan bukan peruntukannya. Maka, pada siang hari terjadi penurunan jembatan lebih parah. Setelah berkoordinasi dengan pihak Dishub dan Satlantas Polres Jombang, ruas jalan Kasemen - Tanggungan langsung dilakukan penutupan untuk menghindari kecelakaan.
Kondisi terkini, jembatan Gempollegundi sudah bisa dilalui, meskipun besi pembatas di sisi kanan kiri jembatan belum terpasang.
Menurut penuturan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Agung Setiadji, jembatan Desa Gempollegundi tersebut memiliki klasifikasi jalan Kelas III. "Jalan kelas III, adalah jalan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.1m, ukuran panjang tidak melebihi 9m, ukuran paling tinggi 3.5m, dan muatan sumbu terberat 8 ton," jelasnya.
Lanjut Agung, "sejatinya jembatan Gempollegundi secara fisik, per tanggal (12/3) nyaris terbangun sepenuhnya. Bagian utama jembatan, rampung dikerjakan. Begitu juga dengan pembatas jembatan, di bagian atas yang terbuat dari tembok juga sudah dibangun," urainya.
Agung mengakui, pembangunan jembatan ini memang berubah dari bentuk aslinya. Dimensi panjang jembatan sebelumnya 6 meter, kini hanya tersisa 2 meter saja setelah perbaikan. Atau dengan kata lain, sepanjang box culvert yang dipasang.
"Saat ambles, kami segera melakukan identifikasi untuk langkah penanganan. Dari identifikasi tersebut, kami lakukan perbaikan dengan konstruksi box culvert.
Dan pada (12/3) jembatan Gempollegundi sudah dapat dilalui kendaraan," terang Agung. Jum'at (22/3/2024).
Sejumlah kendaraan juga sudah melintasi jembatan ini. Mulai kendaraan roda dua, roda empat hingga truk besar, terlihat sudah lalu-lalang normal seperti biasanya. Padahal, sepintas jika dilihat jembatan Gempollegundi masih terlihat belum selesai. Meski pagar batunya telah dibuat, seluruhnya belum dipasang besi pembatas. Begitu juga dengan lantai dan opritan jembatan. Meski telah rampung, seluruhnya masih berupa urukan sirtu, dan belum ditutup aspal sepenuhnya.
"Lapis penutup jalan juga belum kami kerjakan. Karena masih kami analisa dulu mas. Terutama terkait dengan analisa kendaraan yang lewat melebihi tonase. Jika memang kondisinya sudah stabil, baru akan kami kerjakan lapis penutupnya," imbuh Agung.
Agung menambahkan, terkait panjang jembatan yang berkurang dari ukuran semula, karena sudah sesuai dengan kesepakatan. Dimana jembatan yang sebelum ambles sepanjang 2 meter dengan saluran, kini diubah menjadi satu saluran saja.
“Kan saluran airnya yang satu sudah tidak berfungsi (mati). Jadi akhirnya dibentuk satu saluran utuh dengan menggunakan konstruksi satu box culvert,” terang Agung.
Sementara itu terkait finishing pengaspalan jalan di atas jembatan, Agung beralasan masih harus menunggu beberapa waktu terlebih dahulu. Pasalnya, hal tersebut berkaitan dengan tahapan pemadatan tanah (oprit) yang memang masih harus berjalan.
"Jadi untuk pengaspalan menunggu kepadatan tanah terpenuhi dahulu. Tentu, sembari kami pantau kondisi jembatan Gempolegundi. Apabila ada penurunan yang pasti akan kita tambah lagi urugan tanahnya nanti hingga padat, agar tidak terjadi pergeseran permukaan jembatan,” pungkas Agung. (Darmanto)
Editor : Redaksi