Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri, Tinggalkan Sepucuk Surat Wasiat

beritaformat.com
Tangis : Ibu kandung korban, histeris menangisi kepergian putrinya yang tiba-tiba

JOMBANG | Sejak sebulan lalu, pasangan suami istri Bambang dan Devi Novitasari (korban_red), pulang kerumah orang tuanya di Dusun Mundusewu Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang.

Tidak diketahui permasalahan apa yang menimpa rumah tangga mereka, sang istri Devi Novitasari nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Baca juga: Samsat Jombang Percepat Layanan, STNK 5 Tahunan Bisa Rampung

Wasiat : Sepucuk surat ditemukan keluarga digenggaman tangan korban

Kejadian tersebut diketahui anak pertamanya yang baru berusia 13 tahun. Reza anak pertama korban, berteriak minta tolong ke warga sekitar ketika melihat ibunya sudah tergantung pada seutas tali tambang di langit-langit kamar. Selasa,(4/7/2023).

Baca juga: Samsat Jombang Tingkatkan Layanan Cek Fisik, Warga Diimbau Datang Lebih Awal

Mendengar teriakan anak korban, beberapa warga bergegas membantu. Eko yang kebetulan bekerja mengecat rumah tetangga korban, dibantu empat warga lain memotong tali tambang yang membelit leher dan menurunkan korban. Sontak, kejadian ini membuat warga Dusun Mundusewu gempar.

Kepala Desa Mundusewu Anisah, saat dijumpai awak media di rumah duka menyampaikan, "saya tadi mendapatkan kabar dari warga sekitar pukul 11.30 wib dan saya langsung menuju kerumah duka. Kejadian ini murni musibah yang di alami warga saya, tadi keluarga sudah sepakat untuk tidak dilakukan otopsi dan menanda tangani pernyataan."

Baca juga: Samsat Jombang Perkuat Sinergi Antarinstansi, Layanan Pajak Kendaraan Makin Cepat dan Merata

Korban dikenal warga sosok yang baik dan ceria, pada saat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, korban juga meninggalkan sepucuk surat, " Yah, sepurane sing akeh. Aku wis gak kuat mikir uripku. (Yah, aku minta maaf yang banyak, aku sudah tidak bisa memikirkan hidupku), nek aku wis gak enek, ramuten anak e, ojo lali Reza, pean anggep iku yo anak pean dewe ( kalau aku sudah tiada, rawat anaknya, jangan lupa Reza, anggap dia sebagai anakmu sendiri). Buk, aku jaluk sepurane sing akeh nggeh, tolong pean ramut anak-anakku ( bu, saya minta maaf yang sebesar-besarnya, tolong ibu rawat anak-anakku). Yah nek aku gak enek, anak-anak e cek dirawat ibuk ae. Pean nek kate nikah maneh yo nikaho, tapi anak e oj digowo ( Yah, kalau aku sudah tidak ada, anak-anak biar dirawat ibu, kalau kamu ingin nikah lagi silahkan, asal anaknya jangan dibawah. Reza, bunda sayang Reza. Adik, bunda sayang adik. Reza, adik e dijogo sing apik ngge lee ( Reza, adiknya dijaga yang baik ya nak). (Ded)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru