Ketua Projo Kabupaten Purwakarta, Tanggapi Proyek Pemeliharaan Situ Cigangsa

beritaformat.com
Pemeliharaan : Nampak Excavator sedang melakukan aktivitas pengerukan Situ Cigangsa yang berada didua wilayah Desa Campakasari dan Kelurahan Munjul Jaya

PURWAKARTA | Pemeliharaan Situ Cigangsa Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum disinyalir terlalu menghambur - hamburkan keuangan negara, pasalnya dalam tahap pengerjaan berkala tahun 2023, dengan nilai anggaran fantastis Rp. 5.919.318.300. 

 

Baca juga: Turnamen Sabung Ayam “Al-El Fighter” di Bawen Diduga Bermodus Judi Undangan

Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh salah satu CV dengan nomor SPK.HK.02.01/SATKER OPSDA/ PPK/OPSDA III-AV-2023 dengan nama pemenang tender proyek tersebut dari pihak ke tiga yakni CV. Kalembo Ade Mauta dengan pagu anggaran total milyaran rupiah.

 

Menurut Asep Burhana selaku Ketua Projo Kabupaten Purwakarta menuturkan, terlihat dilapangan dalam pengerjaannya tidak mencapai milyaran atau total ± 6 milliar. Dan diduga seperti ajang Kopensensi untuk rugikan keuangan negara.

 

Lanjut Asep, diduga proyek tersebut dinilai menghamburkan uang negara alias pemborosan. Bukan hanya itu, dalam pelaksanaannya dinilai ada kesalahan dalam pemasangan papan informasi kegiatan.

 

"Disebutkan dalam papan informasi kegiatan berada di wilayah Desa Campakasari Kecamatan Campaka padahal, itu berada di dua wilayah desa." Ujar Asep.

 

Lebih lanjut Asep mengatakan, sebagian wilayah Desa Campakasari sebagian lagi masuk ke wilayah Kelurahan Munjul Jaya.

 

"Terlihat semakin menjadi tanda tanya mengapa Kelurahan Munjul Jaya kurang dilibatkan padahal, sangat jelas masuk zona wilayah Kecamatan Purwakarta," kata Asep Burhana.

 

Masih menurut Asep, "hebat! Ini sangat menarik, mengapa bisa sepeti itu? Padahal sebelumnya pasti mengecek lokasi dahulu, jelas menjadi tanda tanya menuai perbincangan."

Baca juga: Inpres Irigasi 2025 Sentuh Desa Pulu, Petani Sigi Siap Kembali Tanam Padi

 

Ketua Projo Kabupaten Purwakarta menjelaskan, menilai bahwa proyek pemeliharaan Situ Cigangsa itu sangat kurang pas pasalnya, pemborong seharusnya bisa memperhatikan terlebih dulu batas-batas wilayah daerah Situ Cigangsa.

 

“Bisa bisanya langsung pasang papan informasi tanpa melihat batasannya, ini ada apa? seharusnya kalau ada di dua wilayah papan informasi harus ada garis miring (Campakasari/Munjuljaya) atau bisa pasang dua papan informasi sekaligus,” Jelas Asep. Minggu (11/6/2023).

 

Selain itu, dirinya (Asep Burhana_Red) juga menyampaikan pengerjaan Situ Cigangsa harus ada dampak positif untuk masyarakat. Jangan sudah di keruk dan di tata, namun tetap saja begitu tidak ada airnya, dan banyak rerumputan yang tumbuh.

 

Baca juga: Mendagri Sampaikan Apresiasi Presiden Prabowo untuk Penanganan Longsor Majenang

“Adanya pemeliharaan anggaran miliaran ini harus menjadi dampak positif khususnya untuk irigasi, dan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang akan berjualan dilokasi tersebut. Kalau mau dijadikan kawasan pariwisata, jangan sampai tetap banyak rerumputan yang tumbuh dan terkesan kumuh,”cetus Asep.

 

Setelah pengerjaan ini harus berdampak baik untuk masyarakat, baik disektor pertanian, perkebunan, maupun sektor pertanian di lokasi tersebut, khususnya untuk masyarakat Purwakarta agar semua bisa menikmati.

 

“Jangan sampai nilai pengerjaan sekian tapi tidak ada dampaknya, untuk apa?" tegas Asep.

 

Ketua Projo Kabupaten Purwakarta menambahkan, "kalau hanya menghamburkan uang negara yang sekarang lagi keadaannya begini. Tidak menutup kemungkinan saya akan buat surat pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi hingga Kementrian yang ada di pusat,” tutupnya. (Tim)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru