Rp1,3 Miliar Mengalir, SMAN 1 Sigi Benahi Fasilitas Belajar

Reporter : Redaksi
Progres pembangunan SMAN 1 Sigi capai 50% (foto : agus_beritaformat)

SIGI || SMAN 1 Sigi mendapat bantuan revitalisasi satuan pendidikan dari APBN 2026 senilai Rp1,3 miliar untuk membangun tiga ruang kelas baru (RKB) dan satu laboratorium IPA. Hingga Selasa (20/10/2026), progres pekerjaan dilaporkan hampir mencapai 50 persen.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana sekaligus Ketua P2SP, Niluh Ratna, mengatakan bantuan tersebut menjadi harapan baru setelah sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan akibat gempa bumi 2018.

Baca juga: Penyuluh Pertanian Sigi Dikonsolidasikan, Kawal Program Pangan

“Pekerjaan sudah berjalan dua bulan, secara keseluruhan progres hampir 50 persen,” ujarnya, Selasa (20/10).

Menurut Niluh, lokasi pembangunan ruang kelas baru digeser dari titik sebelumnya karena berada di jalur patahan. Sementara itu, sejumlah bangunan lama yang rusak akibat gempa belum dibongkar karena tidak tersedia anggaran pembongkaran.

Meski status aset bangunan lama telah diputihkan, pihak sekolah mengaku belum berani melakukan pembongkaran secara swadaya. Karena itu, Niluh berharap pemerintah memberikan dukungan dan arahan agar bangunan tersebut dapat ditangani dan area sekolah ditata menjadi taman.

Baca juga: Kapolda Sulteng Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Selain pembangunan fisik, pengadaan mebel untuk ruang kelas dan laboratorium masih dalam tahap pengajuan dana 30 persen.

Niluh juga berharap program revitalisasi berlanjut untuk memperbaiki pagar sekolah yang roboh pascagempa serta laboratorium komputer dan biologi. Saat ini, ruang Wakasek masih digunakan sebagai laboratorium komputer karena keterbatasan ruangan.

“Kami berharap masih ada bantuan untuk kebutuhan yang belum terpenuhi, sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman,” ungkapnya.

Baca juga: 32 PPPK Sigi Tak Diperpanjang, Absen Jadi Sorotan

Revitalisasi ini diharapkan meningkatkan kelayakan sarana belajar SMAN 1 Sigi. Namun, penyelesaian bangunan baru perlu diikuti penanganan fasilitas lama yang rusak agar lingkungan sekolah semakin aman dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Sumber : Liputan

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru