Liburan ke Yogya, Pulang Tinggal Nama!

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Kondisi kedua kendaraan yang mengalami kerusakan parah usai bertabrakan di ruas tol Ngawi, minggu dini hari tadi (foto : hartono_beritaformat)
Kondisi kedua kendaraan yang mengalami kerusakan parah usai bertabrakan di ruas tol Ngawi, minggu dini hari tadi (foto : hartono_beritaformat)

NGAWI || Perjalanan wisata yang seharusnya menghadirkan kegembiraan justru berakhir duka. Bus pariwisata Chandra Jaya bernomor polisi S 7573 UA bertabrakan dengan truk Fuso B 9192 WT di Tol Ngawi–Solo Km 551+200 B, Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kecelakaan tersebut merenggut tiga nyawa. Satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan dua korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUD dr. Soeroto Ngawi. Sebanyak 19 penumpang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Mayoritas korban merupakan rombongan wisatawan asal Mojokerto yang sedang menuju Yogyakarta untuk berlibur. Perjalanan yang semestinya menjadi momen menyenangkan berubah menjadi duka bagi para korban dan keluarga yang menanti kepulangan mereka.

Kasat Lantas Polres Ngawi, AKP Mochamad Imam Reza, mengonfirmasi bahwa kepolisian masih melakukan pendataan terhadap para korban serta menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Hingga penyelidikan tuntas, penyebab tabrakan belum dapat dipastikan. Karena itu, diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengungkap kronologi kejadian, termasuk kondisi pengemudi, kendaraan, dan faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa perjalanan wisata bukan sekadar urusan sampai ke tujuan, tetapi juga memastikan setiap penumpang tiba dengan selamat. Pengemudi, pengelola bus, dan seluruh pihak terkait perlu memastikan kondisi kendaraan serta kesiapan pengemudi sebelum perjalanan, terlebih saat melintasi jalan tol pada dini hari.

Jangan sampai tiket liburan dibayar dengan nyawa. Keselamatan harus menjadi prioritas, bukan sekadar formalitas sebelum kendaraan berangkat.

Pengguna jalan diimbau selalu berhati-hati, menjaga kondisi fisik saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, dan tidak memaksakan perjalanan ketika mengantuk. Sebab, satu kelalaian di jalan raya dapat mengubah rencana liburan menjadi tragedi yang tak bisa diputar kembali.

Reporter : Hartono
Penyunting : W13D
Kategori : Peristiwa
Sumber : Liputan