SIGI || Program revitalisasi SMP Negeri 22 Sigi di Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dinyatakan rampung 100 persen.
Program yang bersumber dari APBN tersebut dilaksanakan mulai 27 April hingga 27 Agustus 2026, dengan nilai pagu sekitar Rp279 juta. Pekerjaan meliputi rehabilitasi laboratorium, perpustakaan, serta toilet sekolah.
Baca juga: Revitalisasi SD Kecil Ogolau Rp1,93 Miliar Dikebut
Kepala SMPN 22 Sigi, Nurseha S.B. Kilab, menyampaikan apresiasi atas bantuan revitalisasi tersebut. Menurutnya, program itu membawa perubahan terhadap kondisi fisik sekolah yang sebelumnya terlihat kusam.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan revitalisasi ini. Ada perubahan wajah sekolah, yang tadinya warnanya sudah kusam, sekarang menjadi lebih cerah,” ujar Nurseha, Selasa (15/9/2026).
Ia mengatakan, kebutuhan perbaikan fasilitas sekolah sulit dipenuhi hanya mengandalkan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP/BOS), karena penggunaannya memiliki petunjuk teknis dan peruntukan tersendiri.
“Kalau kita pakai dana BOS, tidak akan mungkin, karena dana BOS juga punya juknis yang arahnya sudah jelas. Dengan bantuan revitalisasi ini, Alhamdulillah luar biasa,” katanya.
Menurut Nurseha, rehabilitasi toilet juga memberikan dampak positif terhadap kebersihan, kesehatan, dan kedisiplinan siswa. Fasilitas sanitasi yang bersih, nyaman, dan berfungsi dengan baik dinilai dapat mendorong siswa untuk menggunakan toilet sebagaimana mestinya dan tidak buang air sembarangan.
Meski revitalisasi telah rampung, Nurseha menyebut masih terdapat sejumlah kebutuhan fasilitas yang belum tersentuh program tersebut. Di antaranya rumah guru, rumah siswa, rumah kepala sekolah, serta sejumlah ruang kelas.
“Boleh dikata kami berada di daerah pegunungan. Kami sangat bersyukur sekolah kami tersentuh bantuan tersebut. Untuk ke depannya, semoga sekolah kami bisa lagi mendapatkan bantuan karena masih ada beberapa item, seperti perumahan guru, perumahan siswa, perumahan kepala sekolah, serta ruang-ruang kelas yang masih perlu dijamah,” ujarnya.
Baca juga: Siswa SMKN 8 Palu Jalani PKL di Sejumlah Daerah
Selain bangunan utama, pihak sekolah juga berharap adanya dukungan terhadap penataan lingkungan, termasuk paving block, pagar, dan fasilitas sanitasi lingkungan.
Nurseha berharap program revitalisasi sekolah dapat terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan, khususnya bagi sekolah yang berada di wilayah pegunungan dan masih memiliki keterbatasan sarana prasarana.
“Pak Presiden Prabowo jangan bosan-bosan kasih bantuan, karena sekolah kami SMPN 22 Sigi tidak akan bosan menerima bantuan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi pemberitaan media yang menurutnya turut membantu memperkenalkan kondisi sekolah di wilayah Dombu kepada masyarakat luas.
Baca juga: 2.000 Jamaah Padati Pengajian Akbar di Sidomukti
“Kami sangat berterima kasih kepada media karena sudah membantu menginformasikan dan menyampaikan kepada khalayak di luar sana bahwa sekolah di wilayah Dombu seperti itu. Sekolah kami bisa menjadi bagus dengan adanya bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen,” tuturnya.
Menurutnya, publikasi media juga dapat membantu menyampaikan kebutuhan sekolah yang masih memerlukan perhatian pemerintah.
“Bisa terbantukan dengan adanya informasi yang dipublikasikan oleh media,” pungkas Nurseha.
Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi