PALU || Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) menjadi salah satu tahapan penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Palu dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Saat ini, sejumlah siswa SMKN 8 Palu tengah menjalani PKL tidak hanya di wilayah Kota Palu, tetapi juga di sejumlah daerah di luar Provinsi Sulawesi Tengah. Di antaranya terdapat peserta yang melaksanakan praktik di Sulawesi Barat, Kalimantan, hingga Sulawesi Tenggara.
Baca juga: Revitalisasi SD Kecil Ogolau Rp1,93 Miliar Dikebut
Kepala SMKN 8 Palu, Rahmi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap para siswa yang dinilai mampu menjalani praktik kerja dengan penuh tanggung jawab. Selasa,(15/9/2026).
Menurutnya, PKL bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi kewajiban pembelajaran di sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal secara langsung budaya kerja, meningkatkan keterampilan, sekaligus membangun mental profesional sebelum memasuki dunia industri.
“Kami tentu merasa bangga melihat anak-anak bisa belajar dan bekerja di lingkungan industri. Mereka harus mampu menjaga nama baik sekolah, menunjukkan etos kerja, serta membangun komunikasi dan sikap yang baik selama berada di tempat PKL,” ujar Rahmi.
Ia berharap pengalaman selama PKL dapat membuka wawasan siswa mengenai tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif. Pengalaman tersebut juga diharapkan menjadi modal ketika mereka menyelesaikan pendidikan dan mulai mencari pekerjaan.
Program PKL tersebut, lanjut Rahmi, sejalan dengan semangat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah, termasuk melalui program Berani Cerdas yang menjadi salah satu program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid.
Bagi siswa yang ditempatkan di luar daerah, pengalaman yang diperoleh bahkan lebih luas karena mereka berhadapan langsung dengan lingkungan kerja dan karakter industri yang berbeda.
Baca juga: 2.000 Jamaah Padati Pengajian Akbar di Sidomukti
Sejumlah siswa dari jurusan tertentu diketahui mendapat kesempatan untuk belajar menangani dan memperbaiki peralatan, termasuk alat-alat berat. Kondisi tersebut memberikan pengalaman teknis yang tidak seluruhnya dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
Rahmi juga menekankan pentingnya aspek perlindungan dan keselamatan siswa selama menjalani PKL. Menurutnya, peserta didik tetap harus mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak selama berada di lingkungan kerja.
Di sisi lain, para siswa diingatkan untuk tidak melupakan kewajiban mereka sebagai peserta didik. Menjaga etika, bersikap sopan, menaati aturan perusahaan, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter selama PKL.
Kegiatan PKL yang berlangsung sekitar empat bulan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata kepada seluruh peserta. Setelah kembali ke sekolah, para siswa diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang nantinya dapat dikembangkan sebagai bekal menghadapi masa depan.
Baca juga: Revitalisasi SD Inpres 1 Tomini Mulai Dikerjakan
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jadikan pengalaman selama PKL sebagai proses belajar untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” pesan Rahmi.
Melalui pelaksanaan PKL, SMKN 8 Palu terus mendorong terbangunnya hubungan yang lebih kuat antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etos kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter yang dibutuhkan dunia kerja modern.
Kontributor : Anjas
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi