Dua Jurnalis Berselisih, Tokoh Poboya Dorong Penyelesaian Damai

Reporter : Redaksi
Dua tokoh pemuda dari Poboya yang memberikan support perdamaian untuk kedua jurnalis yang berselisih (foto : agus/asri_beritaformat)

Perselisihan hukum yang melibatkan dua jurnalis di Kota Palu mendapat perhatian tokoh masyarakat Kelurahan Poboya. Mereka berharap perkara dugaan pengancaman melalui pesan WhatsApp yang kini ditangani Ditressiber Polda Sulawesi Tengah dapat diselesaikan secara damai melalui jalur mediasi dan kekeluargaan.

Perkara tersebut berawal dari laporan yang diajukan Ikram terhadap sesama jurnalis, Moh. Nasir Tula. Keduanya diketahui telah lama saling mengenal dan memiliki hubungan pertemanan.

Baca juga: Speedboat MISTER UN Ditemukan, Nahkoda Masih Hilang

Nasir menjelaskan, percakapan yang berujung laporan itu dipicu perbedaan pandangan terkait pemberitaan aktivitas pertambangan rakyat di Poboya. Menurutnya, ia hanya mengingatkan agar pemberitaan tidak langsung menyebut aktivitas tambang di Poboya sebagai ilegal tanpa melihat kondisi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

"Saya hanya menegur agar jangan langsung menyebut tambang Poboya ilegal karena banyak warga yang mencari nafkah di sana. Mereka juga sedang berjuang mempertahankan hak atas tanah ulayat," ujar Nasir.

Ia mengakui sempat terpancing emosi karena merasa tegurannya tidak mendapat respons sehingga kembali mengirim pesan yang kemudian dipersoalkan dan dilaporkan ke pihak kepolisian.

Tokoh Pemuda Poboya, Thalib, berharap kedua belah pihak mengedepankan musyawarah agar persoalan tidak berlarut-larut.

"Kami berharap kedua belah pihak dapat berdamai. Kami tidak menyalahkan siapa pun karena setiap persoalan pasti ada sebab dan akibat. Semoga masalah ini dapat diselesaikan secara baik-baik," katanya.

Baca juga: Jalan Usaha Tani Karawana Mulai Dibangun, Akses Petani Kini Lebih Lancar

Thalib juga mengingatkan agar pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan rakyat di Poboya tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dengan melakukan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait.

"Kami berharap setiap pemberitaan juga memuat penjelasan dari masyarakat maupun pihak yang berwenang agar informasi yang diterima publik utuh dan berimbang," tambahnya.

Senada, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Poboya, Yayan Sofyan, berharap perkara tersebut dapat ditempuh melalui mediasi.

Menurut Yayan, Nasir telah berupaya meminta maaf kepada Ikram maupun keluarganya. Karena itu, ia mengajak kedua jurnalis kembali membangun hubungan baik sebagai sesama insan pers.

Baca juga: Kejati Sulteng Bekali Aparatur Mitigasi Risiko Hukum Addendum Kontrak

"Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Kami juga terbuka kepada siapa saja, termasuk media, yang ingin melihat langsung kondisi masyarakat Poboya agar informasi yang disampaikan kepada publik lebih komprehensif," ujar Yayan.

Yayan juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap kepastian regulasi aktivitas pertambangan rakyat di Poboya. Menurutnya, sektor tersebut telah menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak warga dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah.

Reporter : Agus / Asri
Penyunting : W13D
Kategori : Daerah
Lokasi : Palu Sulawesi Tengah
Sumber : Wawancara

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru