Keluhan masyarakat yang diterima Redaksi Beritaformat pada 9 Juli 2026 bukan lagi sekadar cerita dari balik warung kopi. Suara itu datang dari para orang tua di Kecamatan Bolano, Bolano Lambunu, hingga Taopa, Kabupaten Parigi Moutong. Mereka mengaku resah melihat dugaan semakin maraknya peredaran sabu di lingkungan tempat tinggal mereka.
Jika benar sabu kini telah beredar tanpa mengenal usia, profesi, bahkan jenis kelamin pelakunya, maka yang sedang dihadapi bukan lagi persoalan kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap masa depan daerah. Narkotika perlahan menggerogoti keluarga, merusak moral, dan memutus harapan generasi penerus bangsa.
Baca juga: Pulang Membawa Hasil Panen, Petani Perempuan Tewas Dililit Piton 6 Meter di Muna Barat
Yang paling menyayat adalah pengakuan para ibu. Mereka mengaku mulai kehilangan kendali terhadap anak-anaknya. Nasihat orang tua tidak lagi didengar, perilaku berubah drastis, emosi tidak terkendali, bahkan muncul kekhawatiran akan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Keluhan ini tentu memerlukan perhatian serius, namun dugaan hubungan antara perubahan perilaku dan penggunaan narkoba harus dibuktikan melalui proses penegakan hukum dan pemeriksaan yang berwenang.
Ironisnya, di tengah keresahan masyarakat, publik masih mempertanyakan seberapa efektif upaya pemberantasan jaringan narkoba. Operasi penindakan memang sesekali terdengar, tetapi keluhan warga menunjukkan bahwa rasa aman belum benar-benar hadir. Pertanyaannya sederhana: mengapa peredaran yang disebut-sebut semakin terbuka masih terus menjadi keluhan dari berbagai kecamatan?
Baca juga: Proyek Revitalisasi SMPN 2 Sigi Disorot, Pekerja Diduga Bekerja Tanpa APD
Redaksi memandang aparat penegak hukum, pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga keluarga memiliki tanggung jawab bersama untuk memutus mata rantai peredaran narkotika. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu, sementara upaya pencegahan melalui edukasi dan pembinaan masyarakat tidak boleh diabaikan.
Opini ini bukan untuk menghakimi siapa pun, melainkan menjadi pengingat bahwa setiap keluhan masyarakat adalah alarm yang patut didengar. Jika suara para ibu terus bergema tanpa diikuti langkah nyata, maka jangan heran apabila suatu hari kita hanya menjadi penonton ketika generasi muda kehilangan masa depannya akibat narkotika.
Kini masyarakat menunggu tindakan, bukan sekadar janji. Sebab ketika sabu mulai dianggap sebagai "pemandangan biasa", sesungguhnya yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan Parigi Moutong sendiri.
Reporter : Redaksi
Penyunting : W13D
Kategori : Opini
Lokasi : Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Editor : Redaksi