Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan analisis BMKG, episentrum gempa berada pada koordinat 1,03 Lintang Utara dan 120,27 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 10 kilometer.
Baca juga: Parigi Moutong dan Sabu: Ketika Barang Haram Lebih Tepat Waktu dari Pelayanan Publik
Kepala BMKG menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan patahan berupa geser turun (oblique normal).
Guncangan terkuat dirasakan di wilayah Tawaeli, Kota Palu, dan sekitarnya dengan intensitas VI-VII MMI. Di Kabupaten Sigi, guncangan mencapai V-VI MMI, sedangkan di Kabupaten Poso, Donggala, dan Pasangkayu dirasakan pada skala IV-V MMI.
Baca juga: Dana PIP SMAN 1 Buko Diduga Mengendap di Brankas, Disdik Sulteng Minta Segera Disalurkan
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa tersebut. BMKG juga menyatakan belum terdeteksi aktivitas gempa susulan hingga pukul 10.40 WIB.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG dan arahan dari pihak berwenang.
Baca juga: 268 KK di Bolano Induk Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng
“Masyarakat diharapkan tetap waspada, namun tidak panik, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait perkembangan informasi gempa bumi ini,” demikian imbauan BMKG.
Reporter : Anjasman
Penyunting : W13D
Kategori : Peristiwa
Lokasi : Palu, Sulawesi Tengah
Sumber : Liputan
Editor : Redaksi