Krisis Guru Kompeten di SLB Sulteng, Disdik Dorong Solusi Lewat “Berani Cerdas”

Reporter : Redaksi
Kepala Bidang Pembinaan PK-PLK dan Inovasi Pendidikan Disdik Sulteng, Muhammad Warsita, saat ditemui awak media di ruang kerjanya (foto : agus_beritaformat)

Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah mengungkapkan masih terjadi kekurangan signifikan tenaga pendidik di Sekolah Luar Biasa (SLB), khususnya dari sisi kompetensi. Kondisi ini dinilai mendesak mengingat kebutuhan guru SLB berbeda dengan sekolah umum.

Kepala Bidang Pembinaan PK-PLK dan Inovasi Pendidikan Disdik Sulteng, Muhammad Warsita, menyatakan idealnya guru SLB memiliki latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB) agar mampu menangani peserta didik berkebutuhan khusus secara tepat.

Baca juga: Parigi Moutong dan Sabu: Ketika Barang Haram Lebih Tepat Waktu dari Pelayanan Publik

“SLB ini memang masih kekurangan, terutama dari sisi kompetensi. Idealnya guru SLB itu lulusan PLB karena penanganannya berbeda,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, keterbatasan ini dipicu belum tersedianya program studi PLB di sejumlah perguruan tinggi di wilayah Sulawesi Tengah, sehingga pemenuhan tenaga pendidik sesuai kualifikasi masih terbatas.

Sebagai langkah solusi, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan mendorong optimalisasi Program “Berani Cerdas” yang diinisiasi Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Program ini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk sektor pendidikan.

Melalui program tersebut, Disdik Sulteng membuka peluang kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar daerah, guna meningkatkan kualifikasi guru tanpa harus meninggalkan tugas mengajar.

Baca juga: Dana PIP SMAN 1 Buko Diduga Mengendap di Brankas, Disdik Sulteng Minta Segera Disalurkan

“Kita akan kerja sama dengan perguruan tinggi, bisa di Makassar atau daerah lain. Guru tetap mengajar, tapi juga bisa kuliah untuk meningkatkan kompetensinya di bidang PLB,” jelas Warsita.

Saat ini, sebanyak 51 tenaga pendidik telah didata dan disiapkan untuk mengikuti program peningkatan kualifikasi tersebut sebagai solusi jangka menengah.

Diketahui, jumlah SLB di Sulawesi Tengah mencapai 33 sekolah. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan tenaga pendidik yang kompeten menjadi prioritas agar layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat berjalan optimal.

Baca juga: 268 KK di Bolano Induk Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng

Pemerintah provinsi berharap melalui penguatan Program “Berani Cerdas”, persoalan kekurangan guru SLB dapat teratasi secara bertahap sekaligus mendorong terciptanya sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Pendidikan
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru