Proyek Irigasi D.I Gumbasa 2026 Masuk Tahap Kontrak, Target Tekan Banjir

Reporter : Redaksi
Kepala Pengamat D.I Gumbasa, Agus Sudiyono (foto : agus_beritaformat)

Pembangunan infrastruktur jaringan irigasi di Daerah Irigasi (D.I) Gumbasa, Kabupaten Sigi, resmi memasuki tahap kontrak pada Tahun Anggaran 2026. Proyek yang dilaksanakan melalui Balai Wilayah Sungai (BWSS III) Palu ini difokuskan untuk mengurangi banjir dan sedimentasi di kawasan pertanian.

Pekerjaan terbagi dalam dua paket utama, yakni pembangunan saluran pembuang dan saluran pengendali (setren). Saluran pembuang akan dibangun sepanjang sekitar 2,5 kilometer, mencakup wilayah Desa Langaleso, Kota Rindau hingga Tulo, untuk mengalirkan kelebihan air langsung ke saluran pembuangan.

Baca juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice Dua Perkara di Banggai

“Harapannya genangan air bisa berkurang dan banjir di lahan pertanian dapat diminimalisir,” ujar Kepala Pengamat D.I Gumbasa, Agus Sudiono, Jumat (24/4/2026).

Sementara itu, saluran setren yang direncanakan dari wilayah Bora hingga Maranata akan berfungsi menampung aliran air dari perbukitan agar tidak langsung masuk ke saluran utama yang selama ini memicu sedimentasi.

“Selama ini air dari bukit langsung masuk ke saluran utama. Dengan setren, dialihkan dulu ke pembuang,” jelasnya.

Meski telah memasuki tahap kontrak, proyek ini masih menghadapi kendala di lapangan, terutama terkait penggunaan lahan yang belum seluruhnya mendapatkan persetujuan dari pemilik.

“Harus ada izin dari pemilik lahan. Jangan sampai pekerjaan berjalan tanpa komunikasi,” tegas Agus.

Selain itu, pengelola irigasi juga akan menerapkan penyeragaman jadwal tanam guna mendukung distribusi air yang lebih efektif. Rencananya, pengeringan saluran dilakukan pada 15 Agustus hingga 15 September.

“Selama ini pola tanam tidak seragam, sehingga pembagian air sulit diatur,” tambahnya.

Baca juga: Kades Malalan Klarifikasi Keterlambatan BLT Tahap I 2026, Penyaluran Tuntas ke 8 KPM

Proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi petani, khususnya dalam menekan risiko banjir dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian di wilayah D.I Gumbasa.

“Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi sawah yang terendam,” pungkasnya.

 

Reporter: Agus

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

Editor: W13D

Kategori: Daerah

Lokasi: Sigi, Sulawesi Tengah

Sumber: Wawancara

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru