Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di bulan suci Ramadan kembali tercoreng setelah sekelompok pemuda diduga mabuk minuman keras melakukan aksi pelemparan terhadap pengendara yang melintas di jalan Trans Desa Lambunu, Kecamatan Bolano Lambunu, Minggu dini hari (9/3/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
Insiden terjadi tepat di depan SMPN 5 Lambunu, saat Kepala Desa Lambanau, Heri Efendi, melintas bersama enam peserta lomba lari menggunakan sepeda motor dari Desa Palapi menuju Desa Lambanau.
Baca juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice Dua Perkara di Banggai
Efendi mengaku rombongannya tiba-tiba diserang lemparan batu, batako, dan botol minuman keras oleh sekelompok pemuda yang sebelumnya terlihat berkumpul sambil mengonsumsi alkohol di pinggir jalan.
“Kami hanya melintas membawa enam peserta lomba lari. Tiba-tiba mereka melempar batako, batu dan botol minuman keras. Salah satu rombongan saya kena tepat di dada dan motor juga terkena,” ungkap Heri Efendi kepada awak media. Senin (9/3/2026).
Efendi menilai kejadian tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, terlebih terjadi di bulan Ramadan ketika masyarakat mengharapkan kondisi wilayah tetap aman.
Ia pun meminta Pemerintah Desa Lambunu meningkatkan pengawasan wilayah serta mendesak Polsek Bolano Lambunu segera menangkap para pelaku.
“Ini bulan suci Ramadan, masyarakat yang melintas di jalan trans tentu berharap aman. Kami mendesak Polsek Bolano Lambunu segera menangkap anak-anak muda yang mabuk dan melempari pengendara,” tegas Efendi.
Aksi serupa juga dialami Kepala Desa Taopa Utara, Riman Synantara, yang melintas di lokasi yang sama hampir pada waktu bersamaan. Mobil yang dikendarainya ikut menjadi sasaran lemparan.
Baca juga: Kades Malalan Klarifikasi Keterlambatan BLT Tahap I 2026, Penyaluran Tuntas ke 8 KPM
“Saya juga dilempar sekitar pukul dua dini hari. Lemparan mengenai bumper dan pelat mobil saya. Kasus ini akan saya laporkan ke Polsek Bolano Lambunu,” kata Riman Synantara melalui pesan WhatsApp.
Riman berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut agar tidak terulang dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Peran aparat, pemerintah desa, linmas hingga orang tua sangat penting mengawasi situasi desa yang rawan. Pelaku harus ditindak tegas agar menjadi pembelajaran bagi anak muda lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator FORMAT, Mukti Wijaya, turut menyoroti insiden tersebut dari perspektif keamanan masyarakat selama Ramadan. Ia menilai kejadian ini menjadi alarm serius bagi aparat dan pemerintah desa untuk memperkuat pengawasan wilayah.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
“Ramadan seharusnya menjadi momentum menjaga ketertiban dan moral masyarakat. Jika ada pemuda mabuk sampai melempari pengguna jalan, itu jelas mengganggu Kamtibmas. Aparat penegak hukum bersama pemerintah desa harus segera bertindak tegas agar tidak berkembang menjadi aksi kriminal yang lebih besar,” tegasnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Polsek Bolano Lambunu belum memberikan keterangan resmi terkait insiden pelemparan yang meresahkan pengguna jalan Trans Lambunu tersebut. Warga berharap patroli malam dan penertiban miras segera diperketat demi menjaga keamanan masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Reporter: Asri
Editor: W13D
Kategori: Peristiwa
Lokasi; Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Sumber: Aduan Masyarakat
Editor : Redaksi