Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Komisi III dari Partai Golkar, Ir. H. Musliman, MM, melaksanakan reses Masa Persidangan II di Desa Balaroa Pewunu, Kecamatan Dolo Barat, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari penjaringan aspirasi masyarakat periode keanggotaan DPRD Sulteng 2024–2029.
Usai kegiatan, Musliman menyampaikan sejumlah program hasil reses tahun sebelumnya yang telah direalisasikan meski dengan keterbatasan anggaran melalui APBD Perubahan (ABT) sekitar Rp1,5 miliar.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
“Anggarannya memang tidak terlalu besar, tapi kita tetap prioritaskan program yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Musliman.
Beberapa program yang telah berjalan di antaranya pengadaan 70 ekor sapi untuk wilayah Donggala dan Sigi, bantuan alat usaha prasmanan bagi kelompok ibu-ibu serta RT dan RW di Donggala, serta motor pengangkut sampah di Kalukubula untuk mendukung pengelolaan lingkungan.
Selain itu, bantuan ternak kambing juga disalurkan kepada dua kelompok masyarakat dengan total 40 ekor, serta bantuan TPQ di wilayah Baku-bakulu, Kecamatan Palolo. Di sektor infrastruktur, pembangunan drainase sepanjang lebih dari 500 meter di Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, telah rampung dikerjakan.
Musliman juga menyebut perbaikan jembatan Desa Bale, Kabupaten Donggala, telah selesai melalui koordinasi dengan Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulteng, di luar dana pokok pikiran.
“Semua yang kita lakukan ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
Untuk tahun 2026, Musliman mendorong program multi-years, khususnya perbaikan jalan penghubung Tulo–Simoro yang membutuhkan anggaran besar. Selain itu, pembangunan jembatan di Wombo, Donggala, serta pembukaan akses jalan Watatu–Desa Ngovi, Kecamatan Rio Pakava, juga menjadi prioritas.
Menurutnya, akses Watatu–Ngovi penting untuk mengalihkan jalur distribusi hasil perkebunan yang selama ini melalui Sulawesi Barat akibat sekitar 10 kilometer ruas jalan tertutup longsor.
“Kalau jalannya terbuka, distribusi bisa lewat Sulawesi Tengah. Dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga peningkatan retribusi daerah,” jelasnya.
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
Ia juga menyinggung rencana perbaikan jalan Balaesang Tanjung yang belum tersentuh pembangunan dalam beberapa periode.
Menutup keterangannya, Musliman menegaskan reses bukan sekadar agenda formal.
“Insya Allah, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan terus kita dorong, sesuai kemampuan anggaran yang ada,” pungkasnya.
Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Politik
Lokasi: Sigi, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara
Editor : Redaksi