Di tengah stigma negatif terhadap pengelolaan dana desa, Desa Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, justru menunjukkan praktik berbeda. Melalui BUMDes Tunas Harapan, pemerintah desa berhasil mengembangkan usaha peternakan ayam pedaging yang kini memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
Sekretaris Desa Sangginora, Rifat Ramba, mengatakan keberhasilan BUMDes tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan masyarakat yang memiliki visi bersama membangun ekonomi desa.
Baca juga: 100 Lebih Siswa SDN 3 Dampelas Berebut Satu Toilet Layak, Sekolah Minta Revitalisasi
“Keberhasilan ini lahir dari kebersamaan. Pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan masyarakat berjalan seirama untuk memajukan usaha desa,” ujar Rifat, Jumat (24/1/2026).
Hal senada disampaikan Ketua BUMDes Tunas Harapan, Marto Dewa. Ia menegaskan, usaha peternakan ayam pedaging yang telah berjalan dengan baik akan terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas.
Baca juga: 28 Paket Sabu Siap Edar Digagalkan, Perempuan Dibekuk di Bolano
“Usaha ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan akan kami tingkatkan agar benar-benar mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Desa Sangginora,” jelasnya.
Diketahui, usaha peternakan ayam pedaging BUMDes Tunas Harapan telah memasuki tahap ketiga. Pada tahap pertama dan kedua, BUMDes berhasil melakukan panen masing-masing sekitar 4.000 ekor ayam. Pada akhir bulan ini, BUMDes kembali mendatangkan bibit ayam yang ditargetkan panen pada bulan berikutnya.
Baca juga: Yonif TP 918/MM Gelar Pelayanan Kesehatan Terpadu untuk Warga Desa Labuan
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana desa yang transparan dan produktif mampu mendorong kemandirian ekonomi desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Fitrah
Editor: W13D
Kategori: Ekonomi
Lokasi: Poso, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara
Editor : Redaksi