Pengerjaan proyek Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, mendapat respons positif dari warga petani. Proyek ini dinilai menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun petani mengalami kesulitan pasokan air untuk persawahan.
Salah satu petani, Rul, mengaku bersyukur atas hadirnya JIAT yang kini mulai mengaliri lahan pertanian.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
“Kita sangat bersyukur adanya bantuan ini, sehingga dapat kembali mengairi persawahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini keterbatasan air menyebabkan banyak lahan sawah tidak lagi produktif. Dengan adanya jaringan irigasi tersebut, petani berharap hasil panen ke depan dapat meningkat.
“Selama ini susah air, banyak sawah tidak produktif. Harapannya dengan JIAT ini petani bisa lebih baik dan hasil panen meningkat,” tambahnya.
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
Hal senada disampaikan Camat Balaesang, Asrun. Ia mengapresiasi pembangunan JIAT yang dinilai menjawab kebutuhan petani, khususnya saat musim tanam padi.
“Alhamdulillah pembangunan JIAT di Desa Mapane Tambu ini merupakan solusi bagi petani yang selama ini terkendala kekurangan air saat musim tanam. Dengan adanya JIAT ini, persoalan tersebut bisa teratasi,” ujar Asrun saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
Diketahui, pembangunan JIAT merupakan program nasional berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, yang dibiayai melalui APBN. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu dengan PT Nindya Karya sebagai kontraktor pelaksana, dan tersebar di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Donggala.
Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Ekonomi
Lokasi: Donggala, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara
Editor : Redaksi