Keluhan masyarakat pengguna jalan di ruas Toboli–Tinombo mencuat sejak 19 Desember 2025, jauh sebelum Natal dan Tahun Baru 2026. Warga menyoroti kondisi jalan yang berlubang, rusak, dan rawan kecelakaan, terutama saat hujan ketika lubang tertutup genangan air dan tidak terlihat oleh pengendara.
“Kalau hujan itu paling berbahaya. Lubangnya tertutup air, kelihatan rata, tapi ternyata dalam. Sudah sering hampir jatuh,” ujar AR (34), pengendara motor asal Ampibabo.
Baca juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice Dua Perkara di Banggai
Pengguna jalan lainnya, MS (41), menyebut kondisi ini sudah lama dikeluhkan warga.
“Ini bukan rusak baru kemarin. Sudah sejak sebelum Natal. Tapi belum ada tanda-tanda perbaikan serius. Kami hanya ingin jalan aman, itu saja,” katanya.
Hasil penelusuran awal awak media pada Kamis, 22 Januari 2026, menemukan kerusakan ringan, sedang, hingga berat di wilayah Kecamatan Ampibabo, tepatnya di Desa Sinio dan Desa Towera. Kerusakan ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan membutuhkan penanganan segera dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Sulawesi Tengah sebagai instansi yang berwenang.
Baca juga: Kades Malalan Klarifikasi Keterlambatan BLT Tahap I 2026, Penyaluran Tuntas ke 8 KPM
Sementara itu, HN (47), sopir angkutan lokal, menegaskan dampak langsung terhadap keselamatan dan ekonomi.
“Kalau rusak begini, kendaraan cepat rusak, ongkos naik, risiko kecelakaan tinggi. Yang dirugikan masyarakat semua,” tegasnya.
Masyarakat mendesak pemerintah untuk tidak menunda perbaikan, mengingat ruas tersebut merupakan jalur vital mobilitas warga dan distribusi ekonomi. Hingga berita ini ditayangkan, BPJN Wilayah II Sulteng dan PPK terkait belum memberikan klarifikasi resmi.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
Redaksi menegaskan tetap membuka ruang hak jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) agar publik memperoleh informasi yang berimbang serta mengetahui sejauh mana keseriusan pemerintah dalam menangani kerusakan jalan yang membahayakan keselamatan publik.
Reporter: Redaksi
Editor: W13D
Kategori: Daerah
Lokasi: Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Sumber: Investigasi
Editor : Redaksi