JIAT Masuk Desa Sidera, Petani Optimistis Produktivitas Meningkat

Reporter : Redaksi
Pembangunan JIAT siap support program ketahanan pangan di Desa Sidera, Kabupaten Sigi (foto : agus_beritaformat)

Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, menjadi salah satu penerima Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 yang difokuskan untuk mendukung swasembada pangan nasional dan menjamin ketersediaan air berkelanjutan bagi sektor pertanian dan perkebunan.

Melalui program tersebut, pemerintah membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang bertujuan memastikan suplai air tetap stabil, termasuk saat musim kemarau panjang, sehingga produktivitas lahan pertanian dan perkebunan masyarakat dapat meningkat.

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

Pembangunan JIAT ini merupakan proyek APBN Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu melalui SNVT Air Tanah dan Air Baku, dengan pelaksana PT Adhi Karya. Proyek tersebut tersebar di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso.

Sekretaris Desa Sidera, Umar, mengatakan selama ini terdapat sedikitnya empat desa di wilayah sekitar yang mengandalkan aliran Sungai Wuno untuk mengairi persawahan dan perkebunan. Namun, debit air sungai dinilai belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama saat musim kemarau.

“Selama ini air sungai Wuno belum mencukupi untuk mengairi lahan pertanian dan perkebunan, apalagi di musim kemarau. Dengan adanya JIAT ini, kami berharap produktivitas petani meningkat dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak,” ujar Umar, Senin (12/1/2026).

Umar menegaskan, Pemerintah Desa Sidera sangat mendukung program prioritas pemerintah pusat tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Kami sangat mendukung program prioritas pemerintah ini guna memperkuat swasembada pangan, khususnya bagi petani di Desa Sidera,” tegasnya.

Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah

Selain untuk pertanian dan perkebunan, Umar menyebut sebagian air JIAT berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih warga, khususnya masyarakat Dusun I yang selama ini mengalami kesulitan air bersih.

Sementara itu, Eko, warga Dusun I, Desa Sidera, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan JIAT di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran sistem irigasi air tanah ini menjadi harapan baru bagi petani dan warga yang selama ini kesulitan air.

“Kami bersyukur dengan adanya JIAT ini. Selain untuk pertanian dan perkebunan, airnya nanti bisa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Eko.

Namun demikian, Eko berharap pemerintah juga memperhatikan kondisi bak pembagi air yang mengalami kerusakan pascagempa dan hingga kini belum diperbaiki.

Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah

“Kalau bak pembagi air di bagian bawah tidak diperbaiki, air akan langsung terbuang ke bawah karena pipa penutupnya sudah tidak ada. Harapan kami, sebelum difungsikan penuh, bak-bak yang rusak bisa diperbaiki dulu,” tambahnya.

Dengan hadirnya JIAT, masyarakat Desa Sidera berharap persoalan kekurangan air yang selama ini menghambat sektor pertanian dapat teratasi, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Sigi.

Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Ekonomi
Lokasi: Sigi, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru