Irigasi Desa Bobo Direhabilitasi, Dukung Produktivitas Pertanian Sigi

Reporter : Redaksi
On proses pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Bobo, Kecamatan Dolo Barat (foto : agus_beritaformat)

Desa Bobo, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, menjadi salah satu sasaran program peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama kewenangan daerah yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu melalui program INPRES Tahap III.

Program perbaikan jaringan irigasi yang bersumber dari APBN Tahun 2025 tersebut dikerjakan oleh PT Nindya Karya dan tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Sigi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi air, mendongkrak produktivitas pertanian, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

Kepala Desa Bobo, Arifin, mengatakan progres rehabilitasi saluran irigasi di desanya saat ini terus berjalan. Panjang awal pekerjaan sekitar 1.890 meter, namun mengalami penambahan hingga lebih dari 2 kilometer karena hasil pekerjaan dinilai baik.

“Alhamdulillah ada penambahan pekerjaan menjadi dua kilometer lebih karena dilihat hasilnya bagus,” ujar Arifin, Senin (22/12).

Ia mengakui terdapat kendala teknis di lapangan, terutama akses material yang terhambat karena sebagian petani telah memasuki masa tanam.

“Material sulit masuk karena bertepatan petani sudah menanam, jadi kita dahulukan bagian yang masih memungkinkan,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Arifin, sekitar 120 hektare lahan sawah telah berfungsi, sementara sekitar 60 hektare lainnya belum optimal akibat dampak banjir sebelumnya.

Arifin berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat infrastruktur irigasi yang telah dibangun, serta meminta pemerintah pusat terus memberikan perhatian lanjutan.

Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah

“Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat. Ke depan masih ada alur irigasi yang perlu direhabilitasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mantikole, Mohammad Arsyad, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan Nawacita Presiden Prabowo dalam mendukung sektor pertanian.

“Mudah-mudahan manfaatnya dirasakan petani. Harapannya irigasi dari hulu sampai hilir tidak terputus,” ujarnya.

Ia mencontohkan wilayah Kaleke yang kini mulai merasakan peningkatan distribusi air setelah saluran sekunder dan tersier dibenahi.

Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah

“Dulu hanya puluhan hektare, sekarang sudah lebih dari 100 hektare terairi,” ungkap Arsyad.

Namun demikian, ia menegaskan masih ada wilayah yang membutuhkan penanganan lanjutan, seperti Desa Rarampadende dan Desa Pesaku yang sebagian lahannya mengalami kekeringan.

“Kalau mercu sungai Ompo di Desa Mantikole dinaikkan, sekitar 100 hektare sawah di Pesaku bisa kembali ditanami padi,” pungkasnya.

Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Ekonomi
Lokasi: Sigi, Sulawesi Tengah
Sumber: Liputan

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru