Dunia Pendidikan Sulteng Berduka: Drs. H. Musyi Larisa Tutup Usia

Reporter : Redaksi
Kerabat, handai toulan, mantan murid, sahabat dan warga menyolatkan jenazahnya di masjid setempat (foto : anjasman_beritaformat)

Dunia pendidikan Sulawesi Tengah kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Drs. H. Musyi Larisa, pendidik senior yang dikenal berdedikasi tinggi dan berpengaruh besar dalam perjalanan pendidikan di Sulteng, wafat dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, para murid, serta masyarakat luas.

Almarhum, putra kelahiran Dolo yang telah lama menetap di Kota Palu, dikenang sebagai guru yang tegas, santun, bersahaja, dan sepenuh hati mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi Sulteng. Sepanjang kariernya, Musyi Larisa mendidik ribuan murid, termasuk tokoh-tokoh penting yang kini memegang peran strategis di daerah maupun nasional.

Baca juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice Dua Perkara di Banggai

Sejumlah mantan anak didik Drs. H. Musyi Larisa, memberikan penghormatan terakhir pada almarhum dirumah suka (foto : anjasman_beritaformat)

Di antara murid-murid yang pernah merasakan langsung bimbingan almarhum adalah mantan Gubernur Sulteng sekaligus anggota DPR RI Drs. H. Longki Djanggola, Wakil Gubernur Sulteng dr. Hj. Reny Lamadjido, serta Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Amar, dan banyak tokoh lainnya yang mengakui kontribusi besar almarhum terhadap pembentukan karakter mereka.

Dalam rekam jejak pengabdiannya, almarhum pernah menjabat sebagai kepala sekolah di sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari SMP Marawola, SMP Negeri 10 Palu, SMP Negeri 3 Palu, SMP Negeri 2 Palu, hingga SMP Negeri 1 Palu. Pengabdian itu berlanjut ketika beliau dipercaya menjadi pengawas di P & K (kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Provinsi Sulteng.

Musyi Larisa dikenal sebagai pemimpin yang disiplin, berintegritas, dan peduli pada kualitas pendidikan. Di luar tugas formalnya, ia juga aktif di kegiatan sosial dan keagamaan, di antaranya sebagai Ketua Lembaga Adat Kelurahan Lolu Selatan dan pembina Masjid Al-Misbah Toda.

Baca juga: Kades Malalan Klarifikasi Keterlambatan BLT Tahap I 2026, Penyaluran Tuntas ke 8 KPM

Tokoh masyarakat dan pemerhati pendidikan, Agus Lamakarate, menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas kepergian almarhum.

“Beliau bukan hanya seorang pendidik, tetapi pembentuk karakter. Banyak tokoh besar hari ini berdiri karena sentuhan didikan beliau. Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi dunia pendidikan Sulteng,” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa komitmen almarhum terhadap pendidikan moral, budaya, serta pembentukan karakter generasi muda merupakan warisan yang tak akan lekang oleh waktu.

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

Kepergian Drs. H. Musyi Larisa meninggalkan jejak panjang pengabdian, keteladanan, dan nilai-nilai luhur yang akan terus hidup di hati para murid dan masyarakat.

Selamat jalan, Puaji Musyi Larisa.
Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat terbaik, mengampuni segala khilafnya, dan melapangkan jalannya menuju rahmat-Nya. Aamiin.

Reporter: Anjasman
Editor: W13D
Kategori: Pendidikan
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Sumber: Liputan

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru