Jalan Trans Sulawesi di Morowali Utara Rusak Parah, Kisran Desak BPJN dan Pemprov Segera Bertindak

Reporter : Redaksi
Anggota DPRD Morowali Utara dari Partai Hanura, Kisran. (Foto : ashari_beritaformat)

Kondisi Jalan Trans Sulawesi di wilayah Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, kembali menjadi sorotan. Jalan yang menghubungkan sejumlah desa seperti Mohoni, Ungkea, dan Towara Pantai itu disebut sebagai jalur vital perekonomian dan mobilitas warga, namun kini rusak parah dan dikeluhkan masyarakat.

Kerusakan jalan tersebut menyebabkan debu tebal di musim kemarau dan genangan air di musim hujan, sehingga mengganggu aktivitas warga maupun kendaraan yang melintas setiap hari.

Baca juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice Dua Perkara di Banggai

Desakan agar pemerintah segera turun tangan kembali disuarakan oleh Anggota DPRD Morowali Utara dari Partai Hanura, Kisran.

Menurut Kisran, jalan di Petasia Timur merupakan bagian penting dari Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Karena itu, ia menilai perlu adanya perhatian serius dari pemerintah, khususnya Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah dan Pemerintah Provinsi.

“Jalan ini adalah urat nadi penghubung antarprovinsi. Sudah seharusnya BPJN dan Pemprov Sulawesi Tengah memperhatikan dan mempercepat perbaikannya,” tegas Kisran, Kamis (13/11).

Kisran mengingatkan bahwa dalam perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Morowali Utara beberapa waktu lalu, Gubernur Sulawesi Tengah telah berjanji akan segera memperbaiki ruas jalan tersebut.

Baca juga: Kades Malalan Klarifikasi Keterlambatan BLT Tahap I 2026, Penyaluran Tuntas ke 8 KPM

Namun hingga kini, masyarakat masih menunggu realisasi dari janji itu.

“Keluhan masyarakat sudah sampai di Kantor Gubernur sejak HUT Morut kemarin. Pak Gubernur sudah menyampaikan akan segera dikerjakan, tapi kami masih menunggu tindak lanjut nyatanya,” ujar Kisran.

Kisran menyebut, warga Desa Bungintimbe dan sekitarnya yang berada di kawasan industri dan pertambangan kini mulai resah akibat kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Selain menghambat aktivitas, debu jalanan juga mengganggu kesehatan masyarakat.

“Debunya luar biasa, sampai warga sulit beraktivitas. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga kesehatan. Jangan sampai muncul konflik sosial karena kelalaian pemerintah,” tegasnya.

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

Sebagai wakil rakyat, Kisran meminta BPJN Sulawesi Tengah dan Pemerintah Provinsi segera mengambil langkah konkret memperbaiki jalan tersebut.
Ia menilai, percepatan perbaikan akan menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap daerah penghasil industri besar seperti Morowali Utara.

“Kami berharap Kepala BPJN bisa mempercepat realisasi perbaikan. Kalau ini terealisasi cepat, masyarakat akan memberikan apresiasi besar,”
pungkas Kisran.

Reporter: Ashari
Editor: W13D
Kategori: Daerah
Lokasi: Morowali Utara, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara Anggota DPRD Morowali Utara, Kisran – Partai Hanura

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru