Polemik melanda dunia pendidikan di Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. Sejumlah orang tua siswa menilai oknum Kepala SD Negeri di Kecamatan Dampelas, inisial S, tidak menunjukkan sikap teladan yang semestinya dimiliki oleh seorang pendidik.
Kekecewaan masyarakat mencuat setelah beredar unggahan di media sosial Facebook oleh akun Nurul Asikin, yang menyebut kehilangan handphone suaminya, dan mengunggah rekaman CCTV berisi sosok pria dan anaknya yang diduga berkomplot mengambil ponsel di bengkel perempatan lampu merah Sigma, Kota Palu, pada 11 Oktober 2025 lalu.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
Dalam unggahannya, Nurul menuliskan bahwa orang dalam video tersebut adalah S, yang datang menggunakan mobil Toyota Rush warna putih bersama anaknya. Ia juga menyindir keras tindakan tersebut dengan menyebut seharusnya orang tua memberi contoh baik, bukan justru mengajarkan anak mencuri.
“Bukannya jadi contoh yang baik untuk anaknya, ini malah mengajarkan pada anaknya mencuri. Kalau tidak mampu kasih makan anak, kerja, jangan mencuri,” tulis Nurul dalam unggahannya.
Saat dikonfirmasi awak media pada Sabtu (1/11), Nurul menjelaskan kronologi singkat kejadian.
“HP suami saya hilang sekitar jam 10 pagi di bengkel perempatan lampu merah Sigma. Setelah saya posting CCTV, tanggal 13 Oktober 2025 ada yang konfirmasi kenal orang itu, katanya oknum Kepala Sekolah di Kecamatan Dampelas, inisial S,” ujar Nurul melalui pesan WhatsApp.
Di hari yang sama, S menghubunginya dan mengakui bahwa anaknya yang mengambil HP, tanpa sepengetahuannya.
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
“Katanya, anaknya kira itu HP mamanya. Tapi saya bilang, kami cuma minta itikad baik untuk selesaikan secara damai dan kembalikan HP ke bengkel,” lanjutnya.
Nurul menambahkan, S meminta agar pengiriman HP dilakukan lewat rental dan meminta unggahan dihapus. Setelah kesepakatan itu, HP dikembalikan pada 14 Oktober 2025, pukul 16.00 WITA, dan unggahan dihapus. Namun, belakangan S meminta klarifikasi ulang di Facebook bahwa bukan anaknya yang mengambil HP, permintaan tersebut langsung ditolak oleh Nurul.
Awak media mencoba mengklarifikasi unggahan tersebut kepada S, melalui pesan WhatsApp pada Senin (4/11/2025), dan dirinya (red_S) menjawab singkat,
“Temui saja saya, pak. Jangan lewat HP, saya siap menerangkan,” ujarnya.
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut figur pendidik yang seharusnya menjadi panutan bagi siswa, guru, dan masyarakat. Para orang tua berharap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala segera menindaklanjuti dan memberikan klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah.
“Seharusnya seorang kepala sekolah itu menjadi suri teladan bagi siswa dan guru, berkata jujur, bertanggung jawab, serta berperilaku adil dan bermoral,” ucap salah satu wali murid yang enggan disebut namanya.
Penulis: Agus/Asri
Editor: W13D
Kategori: Peristiwa
Lokasi: Donggala, Sulawesi Tengah
Editor : Redaksi