Selasa, 21 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Buol, Sulawesi Tengah | Kategori; Daerah | Penulis; Agus
Pasca bencana banjir yang melanda Desa Mooyong, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Juli lalu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III melalui Operasi dan Pemeliharaan (OP) III mulai melakukan penanganan darurat dengan memperbaiki tanggul sungai yang rusak akibat erosi.
Baca juga: Penumpang Rental Laporkan Dugaan Pelecehan oleh Sopir ke Polda Sulteng
Perbaikan tanggul tersebut dilakukan di tebing sungai sepanjang sekitar 100 meter dengan tinggi kurang lebih 4 meter menggunakan batu folder. Langkah ini diharapkan dapat melindungi area pertanian warga dari ancaman banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.
Kepala Desa Mooyong, Sunarman, SH, mengapresiasi langkah cepat pemerintah melalui BWS Sulawesi III yang telah menindaklanjuti kerusakan tanggul akibat banjir.
Baca juga: Dugaan Tebusan Rp35 Juta Warnai Kasus Narkoba di Bolano Lambunu, Polisi Diminta Transparan
“Pekerjaan sudah berjalan satu bulan. Diharapkan Desember nanti saluran sudah kembali berfungsi agar petani bisa mulai menanam padi lagi,” ujar Sunarman, Jumat (17/10) lalu.
Ia menjelaskan, lahan pertanian di wilayahnya mencapai sekitar 1.250 hektare. Sementara perbaikan berlangsung, petani masih menanam palawija sebagai alternatif.
Baca juga: Warga Sambut Baik Perbaikan Jalan Trans Sulawesi
“Yang penting petani kembali mendapat air. Akhir Desember diharapkan sudah bisa digunakan lagi,” tambahnya.
Menurut Sunarman, langkah tanggap darurat ini juga merupakan hasil koordinasi antara pemerintah daerah dan BWS Sulawesi III dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Editor : Redaksi