Peredaran Sabu Marak di Sidoan, MUI dan Warga Bentuk Aliansi Anti Narkoba

Reporter : Redaksi
Gambar ilustrasi Redaksi beritaformat

Sabtu, 18 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Parigimoutong, Sulawesi Tengah | Kategori; Peristiwa | Penulis; Asri

Gelombang keresahan warga Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, kian memuncak. Maraknya peredaran narkoba jenis sabu di wilayah itu mendorong tokoh masyarakat, tokoh agama, dan aparat desa membentuk Aliansi Masyarakat Anti Narkoba (AMAN) sebagai bentuk perlawanan terhadap jaringan pengedar yang disebut-sebut telah merambah hingga tingkat pemerintahan desa.

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

Seorang sumber yang enggan disebut namanya mengatakan, praktik peredaran narkoba di Desa Muara Jaya sebenarnya sudah berlangsung lama dan pernah viral sekitar setahun lalu.

“Waktu itu, para pengedar sampai diarak keliling kecamatan sebagai bentuk hukuman adat. Tapi sekarang masih saja ada, bahkan diduga ada dua bandar besar yang orang-orangnya dekat dengan kepala desa,” ungkap sumber tersebut, Rabu (16/10).

Ketua MUI Kecamatan Sidoan, HI Basri Daly, LC., MA, yang juga inisiator pembentukan AMAN, menegaskan bahwa maraknya sabu telah menimbulkan keresahan sosial di tengah masyarakat, terutama di kalangan para orang tua.

“Banyak ibu-ibu datang mengadu ke saya. Sekarang pencurian sering sekali terjadi. Ada anak yang tertangkap mencuri kelapa malam hari hanya untuk beli sabu,” ujar Basri Daly saat dihubungi via telepon oleh awak media di hari yang sama.

Basri menilai lemahnya penegakan hukum menjadi faktor utama narkoba masih beredar luas di Sidoan. Ia menuturkan, masyarakat sudah pernah menyampaikan keluhan kepada pihak kepolisian, namun belum mendapat atensi.

“Kami sudah audiensi dengan Kapolsek, tapi jawabannya tidak tahu kalau di Sidoan ada kasus begitu. Padahal ada intel dan bhabinkamtibmas, dimana mereka selama ini?” tegasnya.

Basri mengaku sempat melapor ke BNN Kota Palu dan berharap tindak lanjut dari BNN Provinsi Sulawesi Tengah, namun hingga kini belum ada langkah nyata. Karena itu, masyarakat akhirnya membentuk Aliansi Masyarakat Anti Narkoba (AMAN) dengan melibatkan seluruh unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan aparat desa.

Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah

“Kalau pemerintah dan aparat tidak bergerak, jangan salahkan kami jika aliansi ini mengambil tindakan sendiri,” ujarnya tegas.

Sementara itu, Camat Sidoan, Muammar, SH., mengakui peredaran sabu di wilayahnya sudah sangat memprihatinkan. Ia menegaskan bahwa para pelaku sebagian besar merupakan pemain lama yang kembali beraksi.

“Memang sangat marak. Banyak laporan masuk dari masyarakat. Kami dari pemerintah kecamatan sudah mengundang para kepala desa, TNI, dan Polri untuk duduk bersama membahas langkah yang harus diambil,” jelas Muammar melalui sambungan WhatsApp.

Ia menambahkan, langkah ini juga menjadi penting menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan.

Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah

“Kita tidak ingin suasana MTQ nanti tercoreng oleh keresahan akibat narkoba. Dampak sabu itu nyata, orang mencuri, menganiaya, kehilangan hati nurani,” ujarnya prihatin.

Masyarakat kini berharap aparat kepolisian dan BNN segera bertindak tegas membongkar jaringan narkoba yang masih beroperasi di wilayah Sidoan. Sejumlah istri dari pelaku bahkan dilaporkan memberi pernyataan sinis,

“Lebih baik kita bungkus-bungkus dulu sebelum ditangkap,” ungkap salah satu warga menirukan pernyataan mereka.

Situasi ini membuat warga semakin geram dan siap mendukung langkah-langkah pemberantasan narkoba demi keamanan desa mereka.

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru