Senin, 29 September 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Kategori; Peristiwa | Penulis; Asri
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
Puluhan siswa SMP di Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigimoutong, mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan gatal-gatal usai menyantap makanan program Makanan Bergizi (MBG) yang disalurkan oleh SPPG 124.
Siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu berisi ayam goreng, tahu, perkedel jagung, dan semangka. Beberapa siswa dan guru merasakan daging ayam sudah berbau tidak sedap, tahu terasa asam, serta menimbulkan gejala setelah dimakan.
Menurut keterangan salah satu staf sekolah, Rahman, Tenaga Usaha Sekolah, menyampaikan, “Makanan datang sekitar pukul 07.00 pagi, langsung dibagikan ke setiap kelas. Saya sendiri sempat makan, rasanya aneh, daging ayam sudah bau, tahu juga asam. Saya jadi lemas dan menyuruh anak-anak minum air kelapa. Setelah itu banyak yang muntah dan mengeluh sakit perut.”
Insiden terjadi pada Sabtu pagi, 15 September 2025, saat program MBG berlangsung. Para siswa mulai mengalami gejala sesaat setelah jam makan pagi hingga siang.
Hal senada diungkapkan Fadlian, Guru dan Wali Kelas VII B, “Saya juga sempat makan, sebagian tahu rasanya memang tidak normal. Setelah makan, bibir terasa kesemutan, lidah kram, lalu gatal-gatal. Banyak siswa muntah dan tidak masuk sekolah. Kami berharap tim kesehatan ikut mengawasi distribusi makanan agar lebih higienis dan tidak membahayakan anak-anak.” terangnya.
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
Kejadian berlangsung di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigimoutong. Sebagian siswa langsung dilarikan ke Puskesmas Taopa untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Kami menunggu hasil penyelidikan resmi. Intinya sumber berita bukan dari SPPG. Terima kasih.” terang Tesya Lonika Putri, Ketua SPPG 124.
Dugaan awal karena makanan yang disalurkan tidak higienis dan tidak layak konsumsi. Beberapa saksi menyebut daging ayam berbau asam dan tahu terasa kecut. Namun pihak puskesmas menegaskan belum dapat memastikan penyebab sebelum ada hasil laboratorium.
“Total 27 siswa kami tangani dengan keluhan berbeda-beda. Ada sakit kepala, sakit perut, muntah, bahkan gatal-gatal. Sebagian sudah dirujuk ke rumah sakit. Untuk memastikan apakah benar keracunan atau bukan, tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Kami dari pihak kesehatan tidak dilibatkan dalam teknis pelaksanaan makanan bergizi.” tutur Nurhayati, Perawat Puskesmas Taopa.
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
Sebanyak 27 siswa mendapatkan perawatan di Puskesmas Taopa dengan gejala berbeda-beda, mulai dari sakit perut, sakit kepala, mual, muntah, hingga gatal-gatal. Sebagian dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
Takdim, Kepala Sekolah SMP Negri yang siswa siswinya mengalami keracunan sangat menyayangkan kejadian tersebut.
“Program makanan bergizi ini sebenarnya sangat baik. Namun kami menyesalkan kejadian ini. Dari awal sudah ada perjanjian kerja sama dengan SPPG, termasuk pasal tentang tanggung jawab jika terjadi hal luar biasa seperti keracunan. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kasus ini jelas.” pungkas Takdim.
Editor : Redaksi