Jum'at, 26 September 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Morowali, Sulawesi Tengah
Kategori; Daerah | Penulis; Agus
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Morowali terus berbenah. Tahun 2025 ini, sedikitnya enam paket pekerjaan fisik tengah digarap dengan total anggaran lebih dari Rp15 miliar yang bersumber dari APBD.
Kasubag Perencanaan dan Pelaporan RSUD Morowali, Bone SKM, menjelaskan pembangunan meliputi rehabilitasi gedung kantor menjadi Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang ICU jantung dengan kapasitas lima tempat tidur, serta pengadaan sarana penunjang berupa workshop, rumah genset, dan selasar penghubung gedung.
“Dua paket pekerjaan masih berproses kontraknya, yakni selasar gedung instalasi bedah sentral (IBS) dan gedung CSSD lantai satu ke IGS. Selain itu, akan ada renovasi front office yang menjadi pintu utama pelayanan,” ujar Bone, Kamis (25/9).
Ia menambahkan, RSUD Morowali juga menyiapkan ruang High Care Unit (HCU) melalui sistem e-katalog yang kini sudah berjalan sekitar 70%.
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
Menurut Bone, perhatian penuh Bupati dan Direktur RSUD diarahkan pada pembangunan front office karena menjadi titik pertama pelayanan pasien.
“Front office bagian terpenting. Di situ orang pertama kali datang diterima,” tegasnya.
RSUD Morowali juga menyiapkan rencana perawatan standar untuk tahun 2026. Seluruh ruang rawat inap kelas I, II, dan III ditargetkan memiliki fasilitas setara sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
“Pembangunan rumah sakit berbeda dengan bangunan biasa. Spesifikasinya ketat, karena yang kita rawat orang sakit. Suasananya harus lebih menyenangkan agar pasien merasa nyaman,” jelasnya.
Bone menegaskan, RSUD Morowali saat ini sudah terakreditasi paripurna. Peningkatan kualitas ruangan diharapkan makin menunjang pelayanan dan memberi kepuasan bagi masyarakat.
“Harapan kita, dengan pembangunan ini masyarakat mendapatkan kepuasan pelayanan. Pasien pulang dengan kesan memuaskan, baik dari sisi ruangan maupun pelayanan petugas,” pungkas Bone.
Editor : Redaksi