Senin, 22 September 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Kategori; Peristiwa | Penulis; Asri
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
Ratusan warga Desa Toribulu Selatan menutup kantor desa dan berunjuk rasa di Kantor Camat Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Senin (22/9). Aksi ini dipicu keputusan Bupati yang kembali mengaktifkan kepala desa sebelumnya, meski diduga kuat terjerat kasus penyalahgunaan Dana Desa.
Warga menolak keras keputusan itu, dengan alasan sang kepala desa pernah terbukti menyelewengkan anggaran pada 2023, sekitar Rp60 juta, serta temuan tambahan dari Inspektorat senilai Rp170 juta lebih.
“Kepala desa tidak bermoral, kami tidak mau berdamai. Kami menolak adanya pelayanan di kantor desa sebelum tuntutan kami dipenuhi,” tegas Muhdar, perwakilan massa aksi.
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
Masyarakat juga menuding pemerintah dan pihak kecamatan tidak pernah memberikan ruang musyawarah maupun transparansi pengelolaan Dana Desa.
“Sejak awal laporan kami terbukti, tapi tidak ada pertanggungjawaban, baik tertulis maupun tidak tertulis,” ujar warga lainnya.
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
Menanggapi aksi tersebut, Camat Toribulu, Hasmidar,S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kepedulian warga. Ia berjanji akan melaporkan aspirasi masyarakat ke Bupati.
“Kami berharap desa tetap damai. Aspirasi ini akan saya teruskan ke Bupati, termasuk penolakan masyarakat terhadap pengaktifan kembali kepala desa,” kata Hasmidar.
Editor : Redaksi