Desa Sri Tabaang Gelar Rembuk Stunting, Sinkronkan RKPDes dan Bentuk Tim 9

Reporter : Redaksi
Rembug stunting Desa Sri Tabaang, Kecamatan Bolano untuk menekan angka stunting dan menyusun program pembangunan agar tepat sasaran (foto : asri_beritaformat.com)

Selasa, 15 Juli 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Parigimoutong, Sulawesi Tengah

Kategori: Daerah | Penulis: Asri

Baca juga: 100 Lebih Siswa SDN 3 Dampelas Berebut Satu Toilet Layak, Sekolah Minta Revitalisasi

Untuk menekan angka stunting dan menyusun program pembangunan yang tepat sasaran, Pemerintah Desa Sri Tabaang, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menggelar Rembuk Stunting pada Selasa, (15/7/2025), di Gedung PUD Desa setempat.

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah desa, Camat Bolano, Pendamping Desa, PLKB, Kader Posyandu, Bidan Desa, serta sejumlah tokoh masyarakat. Rembuk ini dirangkaikan dengan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026 dan pembentukan Tim 9 sebagai tim teknis penanganan stunting.

Dalam rembuk tersebut, berbagai data kasus stunting di desa dibahas untuk diselaraskan dengan program intervensi spesifik dan sensitif, termasuk penguatan peran lintas sektor dan keluarga.

Baca juga: 28 Paket Sabu Siap Edar Digagalkan, Perempuan Dibekuk di Bolano

Kepala Desa Sri Tabaang, Misman, menegaskan bahwa penyusunan RKPDes tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, namun juga harus menyasar aspek kesehatan dasar seperti penanganan stunting.

"Kami libatkan semua unsur agar program desa tepat sasaran. Tim 9 ini nantinya jadi ujung tombak pencegahan stunting berbasis keluarga," tegas Misman.

Sementara itu, Farida, S.Kom., Kasi Kesos Kecamatan Bolano menambahkan:

Baca juga: Yonif TP 918/MM Gelar Pelayanan Kesehatan Terpadu untuk Warga Desa Labuan

"Rembuk stunting bukan sekadar formalitas, tapi ruang untuk mengintegrasikan data dan aksi nyata ke dalam RKPDes," ujarnya.

Rembuk stunting ini menjadi langkah awal dalam komitmen kolektif desa untuk menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan melalui perencanaan yang inklusif dan terukur.

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru