LibPels Cup III Resmi Ditutup, 26 Tim SD/MI Unjuk Sportivitas dan Bakat di Lapangan SMPN 15 Palu

Reporter : Redaksi
Hardi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu saat menutup event futsal di SMPN 15 Kota Palu ( foto : Agus_beritaformat.com)

FORMAT PALU | Turnamen Futsal Libels Cup III antar pelajar tingkat SD/MI se-Kota Palu resmi berakhir pada, Senin (23/6/2025) sore.

Penutupan ditandai dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah oleh panitia, yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, bersama jajarannya. Kegiatan berlangsung meriah di lapangan futsal SMPN 15 Palu.

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

Turnamen futsal Libels Cup III, yang menjadi ajang tahunan bagi pelajar SD/MI, menekankan pengembangan potensi siswa melalui bidang olahraga sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Kegiatan ini digelar oleh SMP Negeri 15 Palu sebagai tuan rumah dan pelaksana kegiatan, dengan melibatkan 26 tim dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah se-Kota Palu.

Menurut Kepala SMPN 15 Palu, Hilmi, S.Pd., M.Pd., kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Permendikbud tentang penguatan pendidikan karakter.

Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah

"Ajang ini tidak hanya untuk mengembangkan olahraga, tapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti sportivitas, kejujuran, dan kerjasama. Ini menjadi tolak ukur pembentukan karakter anak bangsa," ujar Hilmi usai kegiatan.

Libels Cup III digelar untuk ketiga kalinya dan berjalan aman serta tertib. Karena keterbatasan waktu, jumlah peserta dibatasi hingga 26 tim, namun tetap mencerminkan antusiasme yang tinggi dari sekolah-sekolah di Kota Palu.

Selain pertandingan futsal, acara juga menampilkan gelaran seni “Teku-Teku”, yang merupakan program unggulan dari SMPN 15 Palu dan telah mengukir prestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah

"Sekolah bukan hanya tempat belajar kognitif, tetapi juga ruang untuk membentuk keterampilan psikomotorik dan afektif siswa. Itu sebabnya kami dorong peminatan seni dan olahraga berjalan seiring," tambah Hilmi.

Hilmi berharap kegiatan seperti ini dapat terus didukung dan dikembangkan, agar setiap anak dapat merasa diterima dan difasilitasi sesuai minat dan bakatnya, sehingga kelak mereka tumbuh menjadi generasi unggul berkarakter yang diharapkan bangsa. (Agus)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru