Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Lakukan Panen Perdana Ketahanan Pangan di Nusakambangan

Reporter : Redaksi
Mentri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto saat menghadiri panen raya jagung di lahan pertanian Lapas Nusakambangan (foto : humaspasnusakambangan/mashuri_beritaformat.com)

FORMAT NUSAKAMBANGAN | Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, melakukan panen perdana ketahanan pangan di Nusakambangan pada, Kamis (17/4/2025).

Produk ketahanan pangan Nusakambangan ini telah mulai mampu menyumbang kebutuhan makan di lapas-lapas Nusakambangan dan disiapkan untuk mendukung kebutuhan pasar masyarakat umum.

Baca juga: Imigrasi Palu Perkuat Sinergi dengan Media Lewat Halal Bihalal

"Produk ketahanan pangan Nusakambangan ini alhamdulillah telah mulai mampu menyumbang kekuatan kebutuhan makan di lapas-lapas Nusakambangan, selain juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan pasar masyarakat umum," kata Menteri Agus.

Panen perdana mencapai produksi padi, jagung, sayur mayur, cabai, tomat, terong, timun, dan telur ayam petelur dengan rata-rata produksi 1400 butir per hari.

Agus Andrianto menambahkan, program ketahanan pangan di Nusakambangan tidak hanya fokus pada produksi pangan, tetapi juga memberdayakan warga binaan dengan melibatkan mereka dalam program tersebut.

Baca juga: ATR/BPN Batasi Alih Fungsi Sawah, 89 Persen Lahan Wajib Dilindungi

"Sebanyak 200 warga binaan telah bekerja di area ketahanan pangan Nusakambangan," imbuhnya.

Salah satu warga binaan menyampaikan suka citanya karena telah terlibat secara aktif sebagai pekerja di kebun jagung 

Baca juga: Program JIAT APBN 2025 Masuk Kamonji, Petani Donggala Mulai Rasakan Dampak Positif

"Saya senang sekali karena mendapatkan pengetahuan di bidang pertanian, saya banyak belajar. Saya jadinya punya rencana untuk bertani setelah bebas dari lapas," ungkapnya.

Menteri Agus menutup kegiatan dengan meresmikan Trainning Center sebagai pusat pelatihan pegawai pemasyarakatan yang bekerjasama dengan YPII (Yayasan Penerima Internasional Indonesia). (Mashuri)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru