FORMAT SIGI | Puluhan masyarakat Desa Solouwe, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi melakukan aksi unjuk rasa menuntut oknum kepala desa untuk mundur dari jabatannya pada, Kamis (9/1) pagi.
Kejadian tersebut, dipicu atas sejumlah masalah yang diduga dilakukan oleh oknum Kades Solouwe dengan mengalihkan pupuk subsidi ke desa lain, memecat secara sepihak guru paud, menimbun raskin di kantor desa, dan dugaan kasus kekerasan seksual pada anak dibawah umur yang saat ini sedang berproses di Polres Sigi.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
Kapolsek Dolo, Iptu Fransiskus, S.H., M.H., pada Sabtu (11/1) menyampaikan jika aksi yang dilakukan oleh sejumlah warga tersebut dipicu karena tidak puas dengan kinerja Kepala Desa (Kades), bukan karena kasus kekerasan seksual.
"Warga menuntut atas pengalihan pupuk subsidi ke desa lain, kemudian terkait gaji guru paud yang belum dibayarkan dan penimbunan raskin (beras untuk rakyat miskin) yang belum tersalurkan," terang Iptu Fransiskus.
Lebih lanjut Iptu Fransiskus menerangkan, dirinya dan anggota langsung mendatangi lokasi unjuk rasa, menemui korlap aksi dan mengajak duduk bersama untuk menyelesaikan masalah.
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
"Saat kami jelaskan, korlap aksi dan warga memahami dan langsung membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing. Hingga saat ini (red_sabtu) situasi masih aman," imbuhnya.
Untuk masalah pupuk, lanjut Iptu Fransiskus, "bukan dialihkan, melainkan warga Desa Solouwe membeli di desa tetangga karena, agen pupuk subsidi yang ada di Desa Solouwe stok tidak ada," pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, oknum Kades Solouwe, WHM, masih belum memberikan keterangan resmi atas polemik yang terjadi di desanya.
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
Bahkan, saat awak media mencoba mengklarifikasi melalui pesan Whatsapp, dirinya tidak berkenan menjawab dan mengajak awak media bertemu pada, Senin (13/1/2025).
"Waalaikumsalam, terkait pertanyaan bapak, saya tunggu di kantor desa hari Senin (13/1), kita bicara langsung," dikutip dari balasan pesan Whatsapp Kades pada, Sabtu (11/1). (Asri)
Editor : Redaksi