Cukupi Debit Air Waduk Kaskade Citarum Jasa Tirta II Sukseskan Operasi Modifikasi Cuaca 2024

Reporter : Redaksi
Sejumlah pejabat dari Jasa Tirta II, PT. PLN Nusantara Power, BBWS Citarum, PT. PLN Indonesia Power dan perwakilan Lanud Husein Sastranegara saat menghadiri kick off pelaksanaan OMC 2024 (foto : v-to_beritaformat.com)

FORMAT PURWAKARTA | Jasa Tirta II turut mensukseskan pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), atau yang saat ini disebut dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2024. 

Direktur Operasi dan Pemeliharaan Jasa Tirta II, Anton Mardiono menyebutkan, pihaknya ikut terlibat sejak pelaksanakan rapat persiapan hingga kick off pelaksanaan OMC 2024, yang berlokasi di Landasan Udara Husein Sastranegara Bandung. 

Baca juga: Semeru Erupsi, Kolom Abu Membubung 1.000 Meter

"Jasa Tirta II turut serta membahas strategi dan langkah-langkah teknis, hingga pelaksanaan OMC 2024 dapat berjalan dengan lancar," kata Anton 

Turut serta dalam pelaksanaan OMC 2024 di antaranya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), PT. PLN Nusantara Power, PT. PLN  Indonesia Power, perwakilan Lanud Husein Sastranegara serta para undangan. 

"OMC atau lebih dikenal dengan istilah hujan buatan adalah suatu bentuk usaha manusia untuk memodifikasi cuaca dengan tujuan tertentu agar mendapatkan kondisi cuaca seperti yang diinginkan," ujar Anton menjelaskan. 

Misalnya, kata dia, menambah curah hujan, mempercepat terjadinya hujan dan menjatuhkan hujan pada lokasi yang diinginkan. 

Baca juga: Empat Kali Gagal, Anggie Bangkit Jadi Lulusan Terbaik IPDN

"OMC di wilayah Sungai Citarum merupakan implementasi Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air atau BJPSDA yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta II," ucapnya. 

Adapun, maksud dari kegiatan ini, lanjutnya, untuk meningkatkan curah hujan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. 

"Melalui kegiatan ini, diharapkan ketersediaan air di Waduk Kaskade Citarum, yakni meliputi Saguling, Cirata dan Ir. H. Djuanda atau Jatiluhur, dapat mencapai kondisi optimal," kata Anton. 

Baca juga: Anak Buruh Bangunan dari NTT Lulus IPDN, Kini Resmi Jadi Pamong Praja Muda

Dengan demikian, lanjut dia, dapat memenuhi kebutuhan irigasi untuk ketahanan pangan nasional, kebutuhan air minum dan industri untuk ketahanan air nasional. 

"Serta kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Air Jawa Madura Bali atau Jamali untuk ketahanan energi nasional," ujar Anton menutup. (V-to)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Jumat, 16 Okt 2026 18:56 WIB
Jumat, 16 Okt 2026 19:47 WIB
Minggu, 18 Okt 2026 17:38 WIB
Berita Terbaru