Supervisi Administrasi Tingkatkan Kompetensi Guru di SDN 26 Palu

beritaformat.com
Koordinator Pengawas Wilayah II, Meiting, S.Pd.,M.Si., saat menyampaikan materi supervisi pada puluhan guru di SMPN 26 Palu

FORMAT PALU | Supervisi administrasi guru adalah kegiatan mengobservasi dengan melihat, serta memeriksa secara teliti sejumlah dokumen yang dikerjakan guru, sebagai bukti pelaksanaan administrasi sekolah. Seperti halnya pelaksanaan supervisi terpadu yang di ikuti puluhan guru di SDN 26 Palu dan SDN 2 Besusu pada, Kamis (17/10/2024). 

Koordinator Pengawas Wilayah II, Meiting, S.Pd.,M.Si., menyampaikan, saat ini ada 10 sekolah menjadi binaan dimana, pelaksanaan supervisi terpadu, bersama kepala-kepala sekolah dalam hal administrasi pembelajaran. 

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban

Karena, administrasi pembelajaran ini menjadikan dasar mereka untuk terjun di kelas. 

"Saya turun hanya mengamati apa yang dilakukan kepala sekolah sekaligus, saya menganalisis sejumlah guru yang saya jadikan sampel untuk dianalisis tentang pembagian alokasi waktu, baik itu program tahunan, maupun program semester sampai ke modul. Ternyata, semua yang di jadikan sampel itu masih keliru. Jadi, setelah saya tanya ini dari mana ternyata, mereka jawab hanya mendownload dari internet," ungkapnya. 

Pengawas Gugus Wilayah 7 didampingi Kepala Sekolah SMPN 26 Palu saat memberikan keterangan pada awak media yang meliput (foto : asri_beritaformat.com)

Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah

Lanjut Meiting, "Saya katakan ini tidak bisa di download dari internet. Boleh di download akan tetapi, harus disesuaikan dengan kondisi sekolah kita. Maka dari itu, kehadiran kami untuk meluruskan bagaimana cara menganalisis waktu sehingga tepat, mulai dari program tahunan, semester, sampai di modul dan akhir semester," ujarnya, yang juga sebagai pengawas di gugus 7 ini. 

Masih Meiting, kehadiran pengawas bertujuan agar, ketika guru mengajar di kelas, mereka tidak kehilangan arah materi pembelajaran. 

Baca juga: Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu Sembelih 18 Hewan Kurban

"Jangan keasyikan pada satu materi, sementara materi yang lain masih banyak menunggu. Atau terlalu cepat sehingga, waktu masih panjang, materi sudah habis. Jadi, guru harus bisa mengatur dengan baik," imbuhnya. 

"Harapan saya dengan kegiatan ini, proses pembelajaran lebih baik lagi terutama, kompetensi guru lebih meningkat. Kemudian proses pembelajaran lebih baik dan terakhir, hasil belajar peserta didik bisa meningkat sehingga, membawa perubahan bagi sekolah," pungkas Meiting. (Asri/Agus)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru