Masyarakat Sipayo Protes Jambanisasi Dan Bantuan Sapi Yang Tak Tepat Sasaran

beritaformat.com
Gambar ilustrasi redaksi beritaformat.com

FORMAT PARIMO | Kejanggalan penyerapan Dana Desa (DD) Desa Sipayo, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigimoutong, Provinsi Sulteng, Tahun Anggaran (T.A) 2018 hingga 2024 masih disoal warganya. Pasalnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Sipayo diduga tidak transparan dalam penggunaan DD tersebut. 

Hal itu dituturkan oleh salah satu warga inisial IN beberapa waktu lalu pada awak media, jika pada T.A 2023, pembangunan jamban diduga tidak sesuai spesifikasi dan, bantuan sapi dinilainya juga tidak tepat sasaran. 

Baca juga: Kades Malalan Klarifikasi Keterlambatan BLT Tahap I 2026, Penyaluran Tuntas ke 8 KPM

"Jamban dibangun hanya dengan ukuran 1m². Kemudian bantuan ternak berupa sapi juga tidak mengenai sasaran," terangnya, dan di amini warga lain. Rabu (11/9) lalu. 

Terpisah, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon Whatsapp pribadinya, Masrudin, Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sipayo, mengelak semua tuduhan salah satu warganya. 

"Apa yang di asumsikan masyarakat itu tidak benar. Silahkan di cek, bantuan sapi itu kami salurkan ke sejumlah tempat ibadah, gereja dan masjid-masjid. Pembangunan fisik itu ada semua, yang disampaikan warga itu Hoaxs. Selama ini, warga tidak pernah protes terkait pembangunan dan bantuan sapi yang ada di beberapa dusun di Desa Sipayo," ungkapnya. Kamis (12/9) lalu. 

Terkait bantuan ternak sapi, lanjut Masrudin, yang juga sebagai pegawai Sarie (red_mudin), "saya sendiri imam masjid yang ada di Dusun Marantasi, juga mendapatkan pembagian sapi dan saya pelihara. Pun demikian dengan para pendeta, namun ada juga yang dititipkan kepada orang yang bisa memelihara. Jadi pembagian sapi tersebut merata, masing-masing masjid dan gereja mendapatkan 1 ekor sapi," lanjutnya. 

Masrudin juga menjelaskan tentang realisasi pembangunan sejak tahun 2022 hingga 2024 yang ada di Desa Sipayo. Bahkan dirinya mengatakan jika, masyarakat desanya manja. 

Baca juga: PT Palu Batalkan Putusan PN Parimo, Kuasa Pendamping Asamia Ajukan Kasasi

"Untuk besaran anggaran bantuan ternak saya tidak tahu pasti berapa jumlahnya karena, data ada di mereka (red_pemdes Sipayo). Kalau pembangunan fisik sejak tahun 2022 hingga 2024 terealisasi semua dan, anggaran paling besar normalisasi sungai. Sedangkan pembangunan jamban di sejumlah dusun sejak tahun 2023 sudah terealisasi semua. Cuma, masyarakat tidak mau sibuk. Ibarat sudah kita kasih nasi, masih minta sendok buat makan. Terlalu manja betul," imbuhnya. 

Pada Jum'at (18/9/2024), Kepala Desa (Kades) Sipayo, Nurdin, menjelaskan jika dirinya sebelum menjadi Kades, sudah mempunyai sapi dan kebun. Dirinya juga menjelaskan terkait program jambanisasi, memang tidak semua warga mendapatkan, hanya beberapa titik dan sudah diperiksa Inspektorat. 

"Sejak saya belum manjabat sebagai Kades, saya sudah mempunyai sapi dan kebun untuk bertani. Masalah jamban, itu ada dan, masyarakat sudah fungsikan. Usai kita bangun, diperiksa oleh Inspektorat Daerah dan dinyatakan layak," jelas Nurdin. 

Baca juga: Banjir Rendam 43 Rumah di Gunung Sari

Memang, lanjut Nurdin, "dalam jamban tidak tersedia air. Saluran air bersih kita bangun sendiri diluar jamban, dimana ada sumber mata air dan kran," imbuhnya. 

Nurdin juga menyampaikan, pengelolaan DD Desa Sipayo sudah sesuai dengan regulasi. 

"Pengunaan DD setiap tahun, kita serap berdasarkan regulasi Kementrian Desa dan Mendagri sehingga, setelah pelaksanaan selalu ada pemeriksaan dan, tidak pernah ditemukan kejanggalan penggunaan anggaran dalam bentuk apapun," pungkasnya. (Asri)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru