FORMAT MOJOKERTO | Adanya penguatan isu calon tunggal kandidat Walikota Mojokerto, membuat warga Kota Mojokerto khawatir untuk, memberikan pilihan terbaiknya pada (Pemilihan Walikota) Pilwali tahun 2024, November mendatang.
Warga Kota Mojokerto merasa perlu untuk, mendapatkan calon alternatif pemimpin masa depan. Semakin banyak kandidat Walikota yang, menelurkan visi misi maka, akan semakin bervariatif dan kompetitif untuk membangun kota Mojokerto.
Baca juga: Mojokerto Mencekam! 40 Pemotor Diduga Serang Tiga Angkringan
Potensi calon tunggal yang diwakili oleh incumben, bukannya tidak baik akan tetapi, masyarakat membutuhkan banyak pilihan agar, banyak program yang bisa dipilih untuk dijadikan pijakan masyarakat dalam memberikan hak suaranya pada masing-masing kandidat.
Baca juga: Sabu 250 Gram, Pil 2.000 Butir Disita, Bos Besar Masih Misteri!
Tomi, pemerhati kebijakan publik dari Pemuda Peduli Demokrasi (PPD) menyampaikan, calon tunggal kurang tepat untuk pendidikan politik warga Kota Mojokerto.
Dirinya meminta agar, partai-partai yang mendapatkan kursi di DPRD Kota Mojokerto, berani memunculkan calon yang dapat bersaing di Pilwali 2024, dalam bentuk rekom partai.
Baca juga: Tak Punya SIM, Pemotor Tewas Ditabrak Pikap di Puri
"Kami mewakili warga Kota Mojokerto yang terhimpun dalam PPD menolak, "Bumbung Kosong" (Calon Tunggal)," ujar Tomi dengan tegas. (Red)
Editor : Redaksi