FORMAT PARIMO | Banyaknya keluhan warga masalah, bedah rumah yang sudah bertahun tahun datanya di ambil namun, tidak pernah terealisasi hingga kini. Membuat sejumlah warga berpolemik, dan mempertanyakan kinerja Pemerintah Desa Petunasugi.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga yang tidak mau disebut identitasnya kepada awak media, Sabtu (3/8).
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban
"Saya lupa tahun berapa. Sudah sejak lama di ambil foto dan data kependudukan tapi, tidak pernah terealisasi program bedah rumahnya. Namun, yang mendapatkan bantuan justru, warga yang masih kuat bekerja dan masih muda," terangnya.
Saat dikonfirmasi awak media, Selasa (6/8), Kepala Desa (Kades) Petunasugi, Mundasir, S.Pd., melalui sambungan telepon seluler menyampaikan, sejak dirinya menjabat sebagai Kades, tidak pernah ada bantuan bedah rumah yang di ajukan, oleh Pemerintah Desa Petunasugi.
"Sejak dulu banyak yang mengeluh ke saya, pada waktu itu, rumahnya sudah di foto dan di ajukan namun, tidak mendapatkan bantuan. Mungkin, di ajukan ketika saya belum menjabat sebagai Kades. Sedangkan semasa saya menjabat, Pemdes Petunasugi tidak pernah mengajukan bantuan bedah rumah," terang Mundasir.
Lanjut Mundasir, sekitar tahun 2016-2017 ada yang realisasi dan, ada juga yang belum.
Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah
"Seingat saya, pada tahun 2016-2017 ada yang mendapatkan bantuan bedah rumah namun, ada juga yang tidak. Hal ini yang sering menjadi prasangka buruk kepada kami. Bantuan belum realisasi tapi, rumah warga sudah difoto. Pada akhirnya, tidak muncul di data base sebagai penerima bantuan bedah rumah. Sedangkan, difoto itu bukan berarti mendapatkan bantuan, tapi itu untuk mengupdate data base DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)," urainya.
Mundasir menyampaikan, saat ditemui awak media di Kantor Desa Petunasugi pada Rabu (7/8/2024), kedepan akan mengusulkan bantuan bedah rumah ke pemerintah.
"Kami akan berupaya mengusulkan bantuan bedah rumah kepada, Pemkab Parigi Moutong, Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Kalau Dana Desa (DD) tidak mampu untuk mencover karena, tahun ini DD sudah kita anggarkan untuk kegiatan lain," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wariman, Sekretaris Desa (Sekdes) Petunasugi menambahkan, usulan penganggaran bedah rumah yang menggunakan DD pada tahun 2021-2022 sejak dirinya menjabat tidak ada. Kalau pemerintah yang lalu, tahun 2016-2017 ada bantuan bedah rumah akan tetapi, terhenti karena pandemi covid-19 tahun 2019-2020 lalu.
Baca juga: Diduga Dikeroyok Empat Rekannya, Pria di Huntap Tompe Tewas Bersimbah Darah
"Begitu kami menjabat, kami masih meneruskan program itu (red_bedah rumah). Untuk DD sudah terserap banyak untuk BLT (Bantuan Langsung Tunai) sehingga, secara penganggaran tidak mampu untuk melaksanakan program bedah rumah, efek dari Pandemi yang sekarang sudah menjadi Endemi," imbuh Wariman.
Lanjut Wariman, kebijakan setiap pergantian pimpinan selalu berbeda. Jika masyarakat mengeluhkan tentang pengambilan dokumentasi rumah dan data, itu semata untuk melengkapi data DTKS dan PKH (Program Keluarga Harapan), yang harus melampirkan foto rumah.
"Setelah pergantian Kades tentunya berbeda kebijakan. Pengambilan foto rumah, baik dari dalam maupun luar rumah itu, bukan untuk bedah rumah karena, anggaran tahun 2021-2022 tidak ada untuk kegiatan bedah rumah," pungkasnya. (Asri)
Editor : Redaksi