FORMAT MOJOKERTO | Kesehatan merupakan hal yang paling penting, dan wajib dimiliki tiap individu untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, guna menyongsong Indonesia Emas.
Universitas Bina Sehat (UBS) PPNI Mojokerto, dalam rangka menyiapkan generasi muda bangsa yang sehat jasmani dan rohani, menggelar Kuliah Pakar, mengusung tema 'Premanisme Sebagai Kejahatan Sosial dan Musuh Bersama Masyarakat'
Baca juga: Kades Kepuhanyar Bantah Dugaan Fee Rp25 Juta, Paving Pasinan Dipastikan Kembali Dipasang
Acara yang dibuka oleh Rektor UBS PPNI Mojokerto Dr. Windu Santoso, tepat pukul 13.30 WIB, menghadirkan 2 narasumber dari BNPT RI (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan KONTRAS (Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan) Indonesia, Kamis (27/6/2024).
Bertempat di Gedung Graha Kampus UBS PPNI Mojokerto, ratusan mahasiswa, Forkopimda Kabupaten Mojokerto, Forkopimcam Mojoanyar, Anggota BEM Kampus Se Mojokerto Raya, LSM dan Ormas Se Mojokerto, menyimak dan mengikuti pemaparan materi tentang premanisme oleh narasumber, Brigjen Pol. R.Ahmad Nurwahid, S.E.,M.M., dari BNPT dan Sekjen Kontras Andy Irfan Junaedi, S.H.
Dalam penyampaian materi awal, Brigjen Pol. Ahmad Nurwahid menyampaikan pentingnya dunia pendidikan berperan aktif dalam peningkatan mutu SDM untuk mahasiswanya.
"Jangan sampai kesehatan mental mengalami krisis spiritual. Oleh karenanya, tema ini tepat yaitu, 'Premanisme Sebagai Kejahatan Sosial dan Musuh Bersama Masyarakat'.
Baca juga: DPC PDI Perjuangan Mojokerto Lantik 18 PAC, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput
Terorisme masuk kategori ekstrem individual, jadi terorisme sebenarnya bukan tujuan. Melainkan suatu cara atau bentuk propaganda, dalam bentuk kegiatan provokasi ataupun propaganda untuk mencapai tujuan. Utama, terorismenya adalah gerakan politik kekuasaan," ungkapnya.
Lanjut Ahmad Nurwahid, "Ekstrimisme, Radikalisme,Terorisme termasuk Premanisme ini, sejatinya adalah virus ideologi yang di kapitalisasi untuk politik kepentingan di era perang proxy, atau asimetris war. Bisa politik kepentingan kekuasaan, politik kepentingan bisnis, politik kepentingan hegemoni, politik kepentingan kelompok atau individu," terangnya.
Ahmad Nurwahid juga nenerangkan faktor terjadinya aksi Premanisme yang merupakan musuh masyarakat.
"Premanisme adalah musuh masyarakat. Semua kejahatan terjadi ketika bertemunya faktor niat dan kesempatan. Yang sering juga disebut faktor korelatif karena, kemiskinan, kebodohan, kesehatan mental, ataupun pemahaman keagamaan yang tidak benar hingga menimbulkan kebencian dan dendam, yang berakhir pada konflik kepentingan, pungkasnya.
Baca juga: Mokh. Zulfa Asadul Millah Terpilih Jadi Kades Lolawang Lewat Pilkades PAW
Sekjen Kontras, Andy Irfan Junaedi, S.H., pada kesempatan yang sama, menyampaikan perkembangan pasca 26 tahun reformasi menuju konsep negara demokrasi.
"Demokrasi kita berbasis pada Hak Asasi Manusia (HAM), yang tertuang dalam konstitusi dimana, orang boleh bicara dan mempunyai kesempatan untuk berkumpul dan berserikat/berorganisasi yang dijamin oleh undang-undang," terangnya.
Andy akrabnya melanjutkan, "namun, ada batasan-batasan ketika ingin menyampaikan pendapat, berkumpul dan mengembangkan organisasinya. Dalam konteks hukum, kita mempunyai lembaga hukum yang kemudian memberikan keputusan, ketika orang memperdebatkan kebenaran. Kita boleh meyakini suatu kebenaran namun, tidak boleh memaksakan kebenaran tersebut kepada orang lain," pungkasnya. (MK)
Editor : Redaksi